Meski absen, dukungannya tetap mengalir.
"Beliau mengerti bahwa Rais Aam hadir dan mendukung kegiatan ini. Jadi mendukung kegiatan ini," jelas dia lagi.
Keadaan ini menarik, mengingat baru sehari sebelumnya, Kamis (25/12), kedua tokoh puncak NU itu bertemu. Tempatnya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Pertemuan itu disebut-sebut berujung islah, mengakhiri ketegangan yang sempat terjadi.
Dari foto yang beredar, pertemuan di Lirboyo itu juga dihadiri sederet tokoh berat. Tampak KH Anwar Manshur, KH Kafabihi Mahrus, KH Cholil Nafis, hingga KH Ma'ruf Amin hadir mendampingi.
Hasilnya? Sengketa yang berlangsung bulanan akhirnya berakhir. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama. Sebuah titik terang.
Dan untuk masa sampai Muktamar nanti, kepemimpinan PBNU akan tetap berjalan seperti biasa. KH Miftachul Akhyar tetap sebagai Rais Aam, sementara KH Yahya Cholil Staquf melanjutkan perannya sebagai Ketua Umum. Semua kembali berjalan, setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba