Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba

- Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba

Timnas Prancis kembali mengingatkan dunia siapa mereka. Dalam laga uji coba yang digelar dini hari tadi, Les Bleus dengan meyakinkan menundukkan Kolombia dengan skor telak 3-1. Sebuah pernyataan keras jelang turnamen besar.

Bermain di lapangan netral, Prancis tampil efisien. Mereka tak perlu mendominasi penuh, tapi cukup memanfaatkan momen. Yang jelas, kedalaman skuad mereka benar-benar terlihat solid.

Babak Pertama: Kolombia Kebobolan Cepat

Prancis langsung menancapkan ritme tinggi sejak kick-off. Serangan mereka cepat, kombinasi di lini depan bikin pertahanan Kolombia kalang kabut. Tak butuh waktu lama untuk membongkar gawang lawan.

Pada menit ke-29, Desire Doue berhasil menemukan celah. Gol pembuka itu langsung mengubah atmosfer pertandingan. Kepercayaan diri Prancis makin menjadi-jadi.

Dan sebelum turun minum, mereka menggandakan keunggulan. Marcus Thuram, sang penyerang Juventus, menunjukkan naluri tajamnya di depan gawang. Umpan matang diselesaikannya dengan sempurna, mengunci skor 2-0 di babak pertama. Kolombia terlihat kebingungan.

Usaha Kolombia di Babak Kedua Terlambat

Masuk babak kedua, Kolombia mencoba berbenah. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menyuntikkan energi baru. Tapi, usaha mereka justru dipatahkan dengan pukulan telak.

Lagi-lagi Desire Doue. Pemain muda itu mencetak gol keduanya di menit ke-56, sekaligus memastikan keunggulan Prancis jadi 3-0. Gol itu seperti menghantam mental tim Amerika Selatan itu.

Meski begitu, Kolombia tak sepenuhnya menyerah. Mereka akhirnya bisa membalas di menit ke-77 lewat Jorge Campaz. Gol itu setidaknya memperkecil ketertinggalan jadi 3-1 dan sedikit menyelamatkan muka. Tapi, itu saja tak cukup. Hingga peluit akhir, skor tak berubah.

Statistik yang Menipu

Kalau lihat angkanya, pertandingan ini sebenarnya cukup ketat. Penguasaan bola Prancis cuma unggul tipis, 55% lawan 45%. Bahkan jumlah tembakan hampir berimbang: Kolombia 13, Prancis 14.

Namun begitu, ada satu angka yang jadi penentu: efektivitas. Prancis jauh lebih dingin dan tajam dalam menyelesaikan peluang. Itulah yang membedakan tim papan atas dengan yang lain.

Dua Bintang yang Bersinar

Marcus Thuram tampil mengesankan. Gerakannya merepotkan, ditambah satu gol yang dicetaknya. Tapi, sorotan utama tentu pada Desire Doue. Pemain muda itu jadi bintang lapangan dengan brace-nya. Sangat klinis.

Kylian Mbappe mungkin tak mencetak gol, tapi pengaruhnya di lini serangan tetap terasa. Dia jadi motor yang terus menggerakkan serangan, menarik perhatian bek lawan, dan membuka ruang untuk kawan-kawannya.

Sinyal untuk Masa Depan

Kemenangan ini jelas jadi modal percaya diri yang berharga untuk Prancis. Mereka menunjukkan punya banyak senjata, variasi serangan, dan yang paling penting, efisiensi. Skuadnya dalam.

Di sisi lain, Kolombia punya pekerjaan rumah. Pertahanan mereka terlihat rapuh menghadapi serangan berkecepatan tinggi. Perlu evaluasi mendalam jika ingin bersaing di level tertinggi. Bagi Prancis, jalan mereka masih panjang, tapi awal yang ditunjukkan sangat menjanjikan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags