Di sisi lain, saya paham betul pola pikir akademisi yang dulu idealis, lalu masuk ke dalam sistem. Sikapnya sering berubah. Besok-besok kalau posisi Anda sudah tidak di dalam lagi, bisa jadi Anda justru yang paling vokal mengkritik MBG. Pendapat itu seolah cuma tergantung siapa bosnya sekarang. Jujur saja, begitu kan?
Daripada sibuk menyalahkan anak-anak, lebih baik fokus kerja. Pastikan tidak ada belatung di makanan mereka! Saya jualan buku saja, kalau ada cacat sedikit, pembeli komplain dan uangnya saya kembalikan. Tanggung jawab itu berat. Masa anak-anak disuruh makan belatung, lalu yang disoroti justru rasa syukur mereka?
Intinya sih sederhana:
Pejabat kok hobi nyalahkan rakyat.
Pejabat kok hobi nyinyirin rakyat.
Pejabat kok defensif mulu, denial terus.
(TERE LIYE)
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri