Dokter Tifa
Kalau kita baca Gelar Perkara Khusus dari Polda Metro Jaya tanggal 15 Desember 2025, ada satu hal yang langsung mencolok. Ijazah Presiden Jokowi, jujur saja, tampak bermasalah. Kalau mau dibilang palsu pun, sepertinya bukan tuduhan tanpa dasar.
Lantas, bagaimana kita bisa tahu?
Sebenarnya sederhana.
Bayangkan dokumen yang asli dan sah. Pasti akan ditunjukkan dengan terbuka, tanpa tedeng aling-aling. Prosesnya cepat, jelas, dan tanpa drama. Siapa pun yang ingin memeriksa, akan dilayani dengan baik. Malah mungkin dipersilakan melihat sedetail mungkin.
Di sisi lain, coba lihat pola sebaliknya. Ijazah yang bermasalah atau bahkan palsu biasanya akan disembunyikan. Dijauhkan dari pengawasan, seolah-olah ada yang ditutupi. Kalau pun akhirnya diperlihatkan, biasanya karena terpaksa. Caranya setengah hati, dan waktunya cuma sebentar. Bisa berjam-jam menunggu, eh cuma boleh lihat sekilas.
Nah, silakan nilai sendiri. Pola mana yang lebih cocok dengan kasus ini?
Seperti yang diungkapkan Dokter Tifa melalui cuitannya:
"Dari Gelar Perkara Khusus POLDA Metro Jaya 15 Desember 2025 sudah terlihat bahwa Ijazah Jokowi jelas bermasalah jika tidak boleh disebut palsu. Apa indikatornya? Gampang. Yang asli dan otentik pasti diperlihatkan dengan transparan, jelas, cepat, dan cekatan. Kalau ada yang mau…"
Poinnya jelas. Transparansi selalu jadi penanda keaslian. Ketika itu absen, tanda tanya besar pun mengemuka.
Artikel Terkait
Kawanan Monyet Liar Turun ke Jalan Nasional Probolinggo-Situbondo Akibat Kekurangan Pakan
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Singapore Open Usai Dibalik Prannoy
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias
Wali Kota Makassar Soroti Ketidaklolosan Calon Paskibraka Nasional 2026, Minta Seleksi Dilakukan Secara Fair