Mualem Tinjau Banjir, Kaos Bergambar Tokoh GAM Jadi Sorotan
Sabtu (20/12/2025) lalu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, blusukan ke lokasi terdampak banjir. Wilayahnya cukup luas, merentang dari Aceh Tenggara hingga Gayo Lues. Ia melihat langsung kondisi pengungsi, mengecek bantuan, dan tentu saja mendengar keluhan warga.
Dalam kunjungannya, Mualem tak sendirian. Ia didampingi oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dan Wakil Bupati Maliki. Di sejumlah titik, gubernur tampak berhenti lama. Ia berbincang santai namun serius dengan warga, mencoba memastikan bantuan pokok sudah sampai atau belum. "Saya ingin dengar langsung dari mereka, apa yang masih kurang," ujarnya di sela kunjungan.
Namun, di balik agenda peninjauan bencana itu, ada satu hal yang menarik perhatian banyak orang. Bukan soal pernyataannya, melainkan pakaian yang dikenakannya. Mualem tampil dengan kaos hitam polos. Yang mencolok, di dada kaos itu terpampang jelas gambar wajah Teungku Sayed Adnan.
Siapa dia? Bagi yang mengikuti dinamika Aceh, nama Sayed Adnan bukanlah nama asing. Ia adalah tokoh penting dalam struktur Gerakan Aceh Merdeka (GAM), pernah menjabat sebagai Gubernur Wilayah Pase. Pengaruhnya, terutama di kawasan Aceh Utara, sangat besar. Ia dikenal sebagai sosok petinggi militer sekaligus sipil GAM.
Mengenang Teungku Sayed Adnan
Latar belakang militernya cukup kuat. Ia termasuk alumni akademi militer Masabah Al-Alamiah di Libya, angkatan Tripoli. Banyak petinggi GAM lain yang juga menimba ilmu di sana.
Perannya di GAM punya bobot. Sebagai Gubernur sipil wilayah Pase, ia mengelola basis pertahanan terkuat GAM saat konflik masih berlangsung. Sayangnya, hidupnya harus berakhir di medan tempur. Teungku Sayed Adnan gugur dalam kontak tembak dengan pasukan TNI (Kopassus) di markas rawa-rawa Cot Girek, Aceh Utara. Peristiwa itu terjadi sebelum tsunami 2004 melanda.
Kini, warisannya tetap hidup. Ia dihormati sebagai syuhada oleh banyak eks-kombatan. Makamnya di Aceh Utara kerap diziarahi. Bahkan, putranya, Muchlis Sayed Adnan, kini aktif memimpin Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) di wilayah yang sama.
Kembali ke Mualem. Pemilihan kaos bergambar tokoh GAM itu tentu bukan tanpa makna. Di satu sisi, ia sedang menjalankan tugas resmi sebagai gubernur. Di sisi lain, lewat pakaian kasualnya, ia seperti menyampaikan pesan simbolis tentang identitas dan sejarah yang melekat padanya. Gaya seperti ini memang kerap ditampilkan Mualem, yang juga mantan kombatan GAM.
Momen itu terekam dalam beberapa video yang beredar. Dalam rekaman, terlihat Mualem dengan kaos hitam itu berjalan di antara tenda pengungsi, bersalaman, dan mendengarkan cerita warga. Gayanya santai, namun sorotan pada gambar di dadanya tak terelakkan.
[VIDEO: Rekaman kunjungan Gubernur Mualem ke lokasi banjir dapat dilihat di sini.]
Kejadian ini, meski terlihat sederhana, menyimpan banyak lapisan makna. Ia menggambarkan bagaimana narasi masa lalu dan tanggung jawab masa kini bisa bertemu dalam satu figur. Di tengah upaya menangani darurat banjir, simbol-simbol sejarah pun muncul, mengingatkan pada kompleksitas jalan panjang yang telah dilalui Aceh.
Artikel Terkait
DPR Gelar Fit and Proper Test untuk Calon Anggota Pengganti BP LPS
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi