Di Nagari Ranah Pasisie, Pasaman Barat, suasana Minggu (21/12/2025) itu tiba-tiba berubah. Gemuruh mesin helikopter Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja memecah langit. Bukan suara perang yang dibawanya, melainkan harapan.
Dari kabin helikopter, para prajurit TNI-AU dengan sigap menurunkan bantuan logistik. Barang-barang itu langsung disambut oleh warga yang telah menunggu. Wajah-wajah lelah mereka sejenak terlihat cerah.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, akses darat ke daerah terdampak banjir bandang itu masih sangat sulit. Jarak tempuhnya jauh dan medannya berat. Makanya, langit menjadi satu-satunya jalur yang paling mungkin untuk mengirimkan bantuan dengan cepat.
Di sisi lain, upaya distribusi ini ternyata bukan yang pertama. Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali mengerahkan armadanya. Kali ini, mereka mendistribusikan 3.000 kilogram logistik untuk meringankan beban korban. Jumlah yang tidak sedikit, mengingat kondisi lapangan yang serba terbatas.
Artikel Terkait
Kepatuhan LHKPN Capai 87,83%, Legislatif Tertinggal Jauh di 55,14%
Siswi 15 Tahun di Makassar Jadi Korban Pemerkosaan oleh Pria Dewasa yang Dikenal sebagai Kekasih
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar