Asap tebal membubung di langit pagi Kapuk Muara, Jakarta Utara, Minggu kemarin. Sekitar pukul enam pagi, api sudah berkobar di tengah pemukiman padat penduduk itu. Suasana panik langsung menyergap warga.
Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, mengkonfirmasi parahnya kerusakan. Belasan rumah rata dengan tanah.
"Jumlah yang terbakar: 14 rumah semi permanen," jelas Gatot.
Menurut keterangannya, titik api meluas dengan cepat, menghanguskan area seluas 20 kali 30 meter persegi. Nggak main-main, petugas langsung mengerahkan 11 unit kendaraan dan 55 personel untuk mengepung si jago merah. Perjuangan mereka butuh waktu hampir dua setengah jam. Barulah pukul 08.21 WIB, api sepenuhnya bisa dikendalikan.
Lalu apa pemicunya?
"Dugaan penyebab: diduga korsleting listrik," ujar Gatot.
Di tengah musibah yang merugikan material hingga sekitar Rp 900 juta ini, ada satu kabar yang patut disyukuri. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Warga berhasil menyelamatkan diri, meski harus melihat tempat tinggal mereka ludes dimakan api.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Modus Rekayasa Sistem Bea Cukai untuk Loloskan Barang Ilegal
KPK Tetapkan Enam Tersangka OTT Bea Cukai, Satu Buron dan Bukti Rp40,5 Miliar Disita
Anggota DPR Dorong Kajian Ulang Label Halal Whip Pink Atas Kekhawatiran Penyalahgunaan
Gempa Megathrust Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan, Satu Rumah Ambruk