Danantara dan PLN Jalin Kemitraan untuk Pacu Investasi Energi Hijau

- Senin, 22 Desember 2025 | 17:06 WIB
Danantara dan PLN Jalin Kemitraan untuk Pacu Investasi Energi Hijau

BPI Danantara sedang membidik peluang investasi di sektor pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah awal sudah diambil dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) bersama PT PLN (Persero).

Lewat kerja sama ini, Danantara Investment Management (DIM) akan mengeksplorasi kemungkinan menanamkan modal pada sejumlah proyek EBT. Proyek-proyek itu nantinya dikembangkan oleh anak usaha PLN, semacam PLN Nusantara Renewables dan PLN Indonesia Power Renewables.

Menurut CIO Danantara, Pandu Sjahrir, kesepakatan ini adalah titik awal yang krusial. “Penandatanganan HoA ini menjadi tonggak awal dalam menjajaki kebutuhan investasi strategis yang besar, mendorong pengembangan EBT yang andal, serta memperkuat posisi Indonesia dalam swasembada energi, transformasi hijau, serta menyikapi kondisi perubahan iklim yang kita alami bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/12).

Pandu menekankan bahwa Danantara punya mandat ganda. Di satu sisi, mereka harus berinvestasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun begitu, dampak sosial dan keberlanjutannya juga tak boleh diabaikan. Menurutnya, sektor EBT punya efek pengganda yang luar biasa.

“Danantara Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan energi masa depan Indonesia melalui investasi yang tidak hanya berfokus pada imbal hasil finansial, tetapi juga pada keberlanjutan bagi generasi mendatang. Energi baru terbarukan merupakan sektor kunci dalam memastikan sistem energi yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan,” tegas Pandu.

Dia juga menyoroti dampak positif yang lebih luas. Sektor ini dinilainya tak cuma baik untuk lingkungan, tapi juga bisa meningkatkan kesehatan masyarakat, menguatkan ketahanan energi nasional, bahkan membuka lapangan kerja baru yang ramah lingkungan.

Komitmen Danantara tak berhenti di soal pendanaan. Pandu menyebut mereka akan aktif terlibat, membantu mengidentifikasi dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan selama proyek EBT berjalan.

“Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pengembangan EBT dapat berjalan lebih terstruktur, tepat waktu, dan terintegrasi dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional,” jelasnya.

Di sisi lain, PLN sendiri saat ini memang tengah mengedepankan prinsip keberlanjutan. Komitmen untuk meningkatkan porsi energi bersih itu sudah tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2025-2034.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyambut baik kolaborasi ini. “Kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN dalam mengembangkan energi terbarukan secara lebih terstruktur, sekaligus memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam RUPTL dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” kata Darmawan.

RUPTL terbaru itu memang ambisius. Ada rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik baru hingga 70 gigawatt (GW). Yang menarik, 76 persen dari target tersebut diharapkan bersumber dari energi terbarukan.

Untuk tahap awal, PLN memproyeksikan perlu menambah kapasitas sebesar 20 GW. Angka yang tidak kecil estimasi total investasinya bisa mencapai Rp 600 triliun. Sebuah langkah besar menuju transisi energi yang memang butuh dukungan banyak pihak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar