Menteri Tito Tegaskan Bantuan Pakaian Korban Banjir Sumatera Bukan Barang Reject

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:55 WIB
Menteri Tito Tegaskan Bantuan Pakaian Korban Banjir Sumatera Bukan Barang Reject

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, bantuan pakaian untuk korban banjir Sumatera yang akan dikirim pemerintah sama sekali bukan barang reject. "Bukan. Bukan reject, jadi full baru," tegas Tito di Balai Kartini, Sabtu (20/12/2025). Pernyataan ini langsung disampaikannya untuk mengklarifikasi isu yang sempat beredar.

Menurutnya, bantuan yang totalnya mencapai 106 ribu potong pakaian itu berasal dari sejumlah perusahaan garmen dalam negeri. Rencananya, penyaluran gelombang pertama akan dilakukan pada Minggu, 21 Desember 2025. Lalu, ada lagi kiriman kedua sekitar akhir bulan, 27 atau 28 Desember.

Nah, yang menarik adalah soal aturannya. Pakaian-pakaian ini diproduksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang biasanya produknya hanya boleh untuk ekspor. Tapi Tito menerangkan, aturan itu punya kelonggaran.

"Ada dalam aturan undang-undang, bahwa kalau untuk kepentingan bencana itu boleh," ujarnya.

Dia melanjutkan, syaratnya adalah ada permintaan dari instansi pemerintah. Selain itu, bantuan semacam ini juga dibebaskan dari pajak bea cukai. Jadi, prosesnya bisa lebih lancar saat dibutuhkan mendesak.

Dari sisi donatur, salah satu yang sudah menyatakan kontribusinya adalah Daihan Global dari Sukabumi. Perusahaan ini menyumbang 101 ribu pakaian baru. Ada juga satu perusahaan lain yang ikut membantu dengan 5 ribu pakaian, termasuk di dalamnya sekitar 2 ribu selimut.

Dengan begitu, total terkumpullah 106 ribu item bantuan. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir di Sumatera, di tengah situasi yang pasti tidak mudah bagi mereka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar