Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:00 WIB
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS

Di ruang kerjanya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut tamu istimewa, Peter M Haymond. Haymond, yang menjabat sebagai Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS untuk Indonesia, datang didampingi Konsul Jenderal Christopher Green dan rombongan. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan formal biasa.

Andi Sudirman langsung menekankan satu poin penting. Baginya, perdamaian dunia bukanlah wacana kosong. "Perdamaian adalah solusi bagi semua negara," tegasnya.

Ia melanjutkan, hanya dengan situasi yang damai, pembangunan bisa optimal dan kesejahteraan masyarakat akhirnya tercapai. Itu fondasi utamanya.

Pembicaraan kemudian merambah ke program-program strategis di Sulsel. Infrastruktur, pendidikan, hingga program pemenuhan gizi anak jadi bahasan. Gubernur juga menyoroti posisi provinsinya yang unik. Sulsel, katanya, adalah hub utama distribusi untuk kawasan Indonesia timur, penghubung wilayah barat dan timur.

"Kami juga punya program penguatan konektivitas antar-wilayah melalui program transportasi publik Bus Trans Sulsel yang saat ini telah beroperasi di kawasan Mamminasata," jelas Andi Sudirman.

Di sisi lain, pemerintah provinsi membuka peluang kemitraan dengan Amerika Serikat. Kolaborasi di bidang pendidikan dan riset diharapkan bisa mencetak SDM yang unggul dan inovatif, siap bersaing di kancah global.

Menanggapi hal itu, pihak Kedubes AS ternyata punya ketertarikan lebih dari sekadar kerja sama formal. Mereka tertarik dengan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Sulsel. Bahkan, ada minat untuk mempelajari bahasa Makassar dan Bugis.

Destinasi seperti Rammang-Rammang di Maros, yang sudah masuk UNESCO Global Geopark, juga jadi bahan pembicaraan. Tak ketinggalan, peluang investasi dibicarakan. Sektor-sektor seperti agroindustri, energi hijau terbarukan, dan pengembangan logistik ekonomi terbuka lebar.

Pertemuan itu akhirnya berlangsung hangat. Kedua pihak sepakat bahwa dialog semacam ini penting. Bukan cuma untuk urusan bilateral, tapi juga untuk kontribusi pada stabilitas yang lebih luas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar