Balita Jatuh dari Lantai Dua Usai Ditinggal Kerja, Orang Tua Tolak Penitipan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 08:40 WIB
Balita Jatuh dari Lantai Dua Usai Ditinggal Kerja, Orang Tua Tolak Penitipan

Suasana di sebuah rumah di Jatinegara, Jakarta Timur, mendadak ricuh Selasa sore itu. Warga berkerumun, panik, usai mendengar suara benturan. Seorang balita berusia tiga tahun jatuh dari lantai dua rumahnya. Kejadiannya sekitar pukul empat sore, 6 Januari 2026.

Menurut sejumlah saksi, orang tua si anak tidak ada di tempat. Mereka pergi bekerja, meninggalkan tiga anak mereka sendirian di dalam rumah yang dikunci dari luar. Si korban, AC, bersama adiknya yang masih dua tahun (GKI) dan kakak berusia tujuh tahun (PI).

Untungnya, respons warga cepat. Mereka segera memberi pertolongan pertama sebelum bocah malang itu dilarikan ke rumah sakit. Nyawanya selamat, tapi dia mengalami luka di bagian dagu yang harus dijahit.

Anak Jatuh Saat Ditinggal Ortu

Polisi pun turun tangan. Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jaktim, Kompol Sri Yatmini, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa TKP. Fakta di lapangan sama: kedua orang tua memang sedang bekerja saat tragedi terjadi.

“Berdasarkan keterangan warga sekitar, ibu dari anak-anak tersebut sedang bekerja dan kedua orang tua tidak berada di rumah saat kejadian,” jelas Sri Yatmini, seperti dilansir Antara, Rabu (7/1).

Tak hanya itu. Warga juga sempat mendengar cekcok antara orang tua korban sebelum insiden. Detail ini menambah gambaran suasana rumah tangga yang mungkin sedang tegang.

“Anak korban yang tiga tahun ini luka di dagu. Sudah kami jahit, sudah kami berikan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Nah, di sisi lain, ada perkembangan lain yang cukup mencengangkan. Usai kejadian, orang tua anak-anak itu menolak keras jika ketiga anaknya dititipkan di rumah aman. Mereka menyatakan keberatan secara tertulis, lengkap dengan meterai, disaksikan Ketua RT dan warga.

Polisi akhirnya hanya bisa memberikan imbauan keras. Mereka meminta kedua orang tua itu untuk betul-betul meningkatkan pengasuhan dan pengawasan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

Intinya, polisi mengedepankan pencegahan. Imbauannya jelas: jangan pernah tinggalkan anak kecil tanpa pengawasan, apalagi di lingkungan rumah yang punya risiko bahaya. Keselamatan anak harus jadi prioritas utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar