BSI Serahkan Bantuan Rp245 Juta untuk Panti Asuhan di Bogor
Suasana di kompleks Panti Asuhan Putra Darussholihin, Kota Bogor, Jumat (19/12/2025) lalu, terasa hangat dan penuh syukur. Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi menyalurkan bantuan sebesar Rp245 juta untuk lembaga yang dikelola Muhammadiyah tersebut. Ini bukan kali pertama BSI turun tangan, tapi langkah ini jelas mempertegas komitmen mereka di ranah sosial dan kemanusiaan, khususnya lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fokusnya? Pendidikan, keagamaan, dan tentu saja kesejahteraan sosial.
Acara penyerahannya sendiri berlangsung khidmat. Dari pihak BSI, hadir sejumlah jajaran manajemen penting. Ade Cahyo Nugroho (Direktur Keuangan & Strategy), Safira (Manager BSI Area Bogor Raya), dan Anas Khairunnas (General Manager BSI Maslahat Pusat) hadir langsung menyerahkan bantuan.
Mereka disambut oleh perwakilan Muhammadiyah Kota Bogor. Tampak hadir Maizar Madsury selaku Ketua Pimpinan Daerah, Syaripudin Kusin Sardi dari LPPK PWM Jawa Barat, serta Hendri Wijaya dari MPKS. Tak ketinggalan, pengurus panti seperti Hafidz (Ketua Pengurus), Parmiyatun Ngusman, Suharti, dan Siti Mutmainah juga turut menyaksikan momen tersebut.
Antusiasme terpancar dari wajah anak-anak asuh yang hadir. Bagi mereka, kedatangan tamu dan bantuan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah angin segar untuk keberlangsungan hidup dan pendidikan mereka di panti.
Menurut pernyataan BSI, dana segar itu akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis. Mulai dari biaya hidup sehari-hari, perbaikan sarana hunian, sampai penguatan program pembinaan pendidikan dan agama. Sebagai bank syariah, mereka merasa punya tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mendukung kelompok rentan dan lembaga sosial keagamaan.
“BSI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra umat. Bantuan ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk mendukung lembaga-lembaga sosial yang selama ini berjuang mencetak generasi yang berakhlak, mandiri, dan berdaya,”
Panti Asuhan Darussholihin sendiri sudah punya nama. Lembaga ini adalah salah satu pilar kerja sosial Muhammadiyah di Bogor yang telah lama mengasuh anak yatim, piatu, dan dhuafa. Pendekatannya holistik: bukan cuma sekadar tempat tinggal dan makan, tapi juga pendidikan formal, pembinaan karakter, serta penanaman nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Di sisi lain, apresiasi datang dari Ketua PDM Muhammadiyah Kota Bogor, Maizar Madsury. Ia menilai langkah BSI ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam membangun kemandirian. Baginya, bantuan ini lebih dari sekadar uang; ini adalah wujud kepercayaan dan sinergi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BSI. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan panti dan masa depan anak-anak asuh. Semoga kolaborasi antara BSI dan Muhammadiyah dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan seperti ini dapat terus diperkuat,” ungkap Maizar.
Sementara itu, Hafidz selaku Ketua Pengurus Panti menegaskan soal tata kelola dana. Ia berjanji akan mengelola bantuan itu dengan transparan dan bertanggung jawab. Prioritasnya jelas: perbaikan fasilitas, dukung kebutuhan pendidikan, dan kuatkan program pembinaan mental-spiritual anak asuh.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak hanya terpenuhi kebutuhan dasarnya, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan, karakter, dan nilai-nilai moral yang kuat agar kelak mampu mandiri serta berkontribusi positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada akhirnya, program ini selaras dengan visi BSI untuk mendorong pembangunan ekonomi-sosial berbasis syariah yang inklusif. Dengan berkolaborasi bersama lembaga seperti Muhammadiyah, mereka berharap dampaknya bisa nyata dirasakan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan perlindungan anak.
Singkat kata, melalui aksi di Bogor ini, BSI kembali menegaskan diri. Mereka bukan cuma institusi keuangan yang mengejar kinerja bisnis, tapi juga punya komitmen kuat pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan pemberdayaan umat.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Dipanggil Lagi untuk Periksa Lanjutan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar
DPRD Kaltim Bentuk Pansus Hak Angket Usut Dugaan Pelanggaran Kebijakan Gubernur Rudy Masud
TAUD Nilai Sidang Penyiraman Air Keras di Pengadilan Militer Penuh Kejanggalan dan Tak Imparsial
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Emisi Metana Sektor Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara