Soal status tersangka itu sendiri, Elida merasa ganjil. Eggi Sudjana, yang sedang berjuang melawan sakit usus stadium empat di Penang, Malaysia, belum pernah sekalipun diperiksa sebagai tersangka. Baru dapat undangan klarifikasi. "Tiba-tiba statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Itulah dasar kami memohon gelar perkara," tambahnya.
Terlepas dari perbedaan pandangan itu, Elida justru memberi apresiasi pada langkah polisi. Membuka barang bukti di tengah tekanan dan debat dari berbagai pihak, termasuk kuasa hukum Jokowi, adalah langkah berani. Menurutnya, itu langkah bijak untuk transparansi dan meredam kegaduhan.
Memang, setelah dilihat, keraguan tetap ada dari pihak lain seperti Roy Suryo. Elida menghormati itu. Namun, ia punya pandangan lain. Sudah waktunya bangsa ini move on.
"Polemik ini sudah berkepanjangan dan menguras energi. Kalau saya pribadi sudah puas melihatnya," katanya. Ia mengajak semua pihak untuk berdamai dan fokus pada persoalan yang lebih mendesak. Masih banyak PR lain, mulai dari korupsi hingga penanganan bencana alam, yang butuh perhatian bersama.
Sebagai penutup, Elida menyelipkan permohonan kemanusiaan. Ia berharap penyidik bisa mencabut pencekalan terhadap Eggi Sudjana, agar kliennya itu bisa melanjutkan pengobatan di luar negeri dengan jaminan dari keluarga dan kuasa hukum. Baginya, itu yang lebih penting sekarang.
Artikel Terkait
Perjalanan Pagi Berujung Maut: Ibu Tewas, Dua Anak Selamat dalam Kecelakaan di Medan
Ulama dan Tokoh Nasional Tolak Mentah-Mentah Inisiatif Perdamaian Trump
Ramadan di Maskam UGM: 1.500 Porsi Mewah dan Ceramah Para Tokoh Nasional
Badung Desak Satgas Nasional Atasi Sampah yang Serang Pantai Bali