Tapi, semua ini tentu tidak bisa jalan sendiri. Cak Imin menegaskan, untuk menciptakan sistem yang diharapkan, kolaborasi adalah kuncinya. Perlu keterlibatan banyak pihak, mulai dari level sekolah di daerah sampai dunia industri dan usaha.
"Mari berkolaborasi di samping menata hulu sistem pendidikan, melanjutkan hilir dari proses pemberangkatannya. Dengan semangat kolaborasi dan membangun ekosistem inilah saya dan kita semua yakin 2026 ini prestasi anak-anak kita yang sudah kita bisa berangkatkan dengan standarisasi internasional yang memadai," ajaknya.
Bagi Cak Imin, standar internasional itu bukan cuma soal sertifikasi atau kesepakatan di atas kertas. Itu adalah kunci praktis agar tenaga kerja Indonesia bisa bertahan dan bersaing di kancah global yang terus berubah. Pada akhirnya, program SMK Go Global ini diharapkan tak sekadar mencetak lulusan yang kompeten. Lebih dari itu, ia harus menjadi bagian dari upaya besar membangun pondasi ekonomi bangsa.
Artikel Terkait
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi Usai Lebaran
Mediasi Sukses Redakan Ketegangan Sengketa Masjid di Barru
Waktu Tepat Mulai Qadha Puasa Ramadan 1447 H Usai Idulfitri