Di Surabaya, Jumat lalu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, punya pesan penting untuk dunia pendidikan vokasi. Menurutnya, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus benar-benar dipersiapkan untuk bisa bekerja di luar negeri. Kenapa? Nyatanya, masih banyak SMK yang belum mengarah ke sana.
"Sejak semester pertama, hendaknya kelas-kelas yang memang diadaptasi dan disiapkan untuk bekerja di luar negeri, benar-benar menyesuaikan dengan kurikulum yang menjadi kebutuhan pasar di tingkat global," tegas Cak Imin.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Revitalisasi SMK Menuju SMK Go Global. Gagasan ini bukan sekadar wacana. Pemerintah, kata dia, sedang serius menyusun sebuah ekosistem lengkap bernama SMK Go Global. Tujuannya jelas: menyambungkan semua titik, mulai dari pendidikan dan pelatihan, soal pembiayaan, hingga yang paling ditunggu: penempatan kerjanya.
Nah, soal pembiayaan, ada angin segar. Cak Imin mengungkapkan pemerintah mendorong agar pendidikan vokasi masuk dalam skema pembiayaan LPDP. Selama ini, perhatian LPDP untuk bidang vokasi dinilai masih minim. Kabar baiknya, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui rencana perubahan ini. Dukungan pembiayaan untuk vokasi nasional diharapkan bakal lebih kuat ke depannya.
Tapi, semua ini tentu tidak bisa jalan sendiri. Cak Imin menegaskan, untuk menciptakan sistem yang diharapkan, kolaborasi adalah kuncinya. Perlu keterlibatan banyak pihak, mulai dari level sekolah di daerah sampai dunia industri dan usaha.
"Mari berkolaborasi di samping menata hulu sistem pendidikan, melanjutkan hilir dari proses pemberangkatannya. Dengan semangat kolaborasi dan membangun ekosistem inilah saya dan kita semua yakin 2026 ini prestasi anak-anak kita yang sudah kita bisa berangkatkan dengan standarisasi internasional yang memadai," ajaknya.
Bagi Cak Imin, standar internasional itu bukan cuma soal sertifikasi atau kesepakatan di atas kertas. Itu adalah kunci praktis agar tenaga kerja Indonesia bisa bertahan dan bersaing di kancah global yang terus berubah. Pada akhirnya, program SMK Go Global ini diharapkan tak sekadar mencetak lulusan yang kompeten. Lebih dari itu, ia harus menjadi bagian dari upaya besar membangun pondasi ekonomi bangsa.
Artikel Terkait
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu
Guru Besar UI Kritik Ketidakselarasan Kebijakan Luar Negeri Prabowo dengan Aspirasi Publik
Pemerintah Siapkan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis dan Dorong Ekonomi Restoratif