Tak cuma itu, jajaran Dishub DKI juga gencar melakukan ramp check. Pengecekan kelaikan kendaraan ini dilakukan secara intensif sejak 19 November hingga 5 Januari mendatang, terutama di terminal-terminal besar.
Fasilitas pendukung juga diklaim sudah disiapkan. “Tempat ini relatif lengkap. Ada kantin, toilet bersih, ruang bermain anak, sampai pojok baca. Bus-busnya pun kami pastikan layak jalan,” kata Pramono menjelaskan.
Tujuh Terminal Siaga Hadapi Kerumunan
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, membeberkan kesiapan yang lebih luas. Ada tujuh terminal yang disiagakan khusus untuk melayani arus mudik dan balik Nataru.
“Empat terminal utama kami adalah Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok,” jelas Syafrin.
Namun begitu, untuk mengantisipasi jika lonjakan penumpang terlampau padat, tiga terminal lain siap didaulat sebagai cadangan.
“Kami siapkan juga terminal bantuan, yaitu Muara Angke, Grogol, dan Lebak Bulus. Semua untuk mengurai kepadatan,” tandasnya.
Artikel Terkait
Kertas Bekas Kasus Narkoba Bikin Penyidik Cilandak Kena Sanksi
Kapolri dan Jajaran Pimpinan Polri Berduka, Melayat Ibu Meriyati Hoegeng
Korban Pencurian Rp 50 Juta Berbalik Jadi Tersangka Usai Gasak Maling Sendiri
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun