Risma Ungkap Detik-Detik Kritis Selamatkan Santri dari Reruntuhan

- Jumat, 19 Desember 2025 | 13:36 WIB
Risma Ungkap Detik-Detik Kritis Selamatkan Santri dari Reruntuhan

Dalam sebuah seminar di Jakarta belum lama ini, Tri Rismaharini, atau yang akrab disapa Risma, membagikan pengalaman mendebarkan saat upaya penyelamatan santri di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Saat itu, bangunan pondok roboh dan sejumlah santri masih terperangkap di bawah reruntuhan.

Menurut sejumlah saksi, kondisi saat itu benar-benar genting. Risma, yang hadir di lokasi, mengisahkan bagaimana dia sempat berdiskusi dengan seorang dokter di sana. Waktunya berjalan, dan para santri sudah hampir tiga hari tak mendapat asupan makanan sama sekali. Situasinya darurat.

"Sudah tiga hari mereka enggak makan," ujar Risma, mengenang.

"Saya ngomong sama Ibu dokter, Ibu itu kasih, mohon maaf saya nyebut merek, kasih aja Pocari, masukkan selang-selang itu ke dalam."

Sarannya itu ternyata membuahkan hasil. Beberapa santri yang terjebak akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Dari kejadian pahit itulah, mantan Wali Kota Surabaya ini kemudian menekankan satu hal: betapa krusialnya pengetahuan pertolongan pertama bagi siapa saja.

"Jadi kita akan tahu bagaimana pertolongan pertama saat ada yang patah tulang dan sebagainya. Nah itu yang semua yang akan kita pelajari bersama," tegasnya.

Bagi Risma, ilmu untuk menolong sesama itu bisa didapat dari mana saja. Tidak harus dari bangku kuliah kedokteran. Jika masyarakat luas punya bekal pengetahuan dasar ini, dampak sebuah bencana bisa ditekan. Korban jiwa, dengan sendirinya, dapat diminimalisir.

"Karena itu, kita ingin kita bisa semua mengerti," pungkas Risma.

Alasannya sederhana namun mendalam. Bencana bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Seringkali, justru di sekitar kita. Dan saat itulah, bantuan pertama yang cepat dan tepat dari orang terdekat menjadi penyelamat nyawa yang paling berharga.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar