Namun begitu, UMY tak cuma memikirkan SPP. Kampus juga menyiapkan bantuan biaya hidup tunai senilai Upah Minimum Regional (UMR) Yogyakarta, yang berkisar Rp 2,5 juta per bulan. “Living cost uang tunai. (Besarnya) UMR Yogya sekitar Rp 2,5 juta,” ujar Achmad. Pendampingan psikologis pun disediakan untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit ini.
Menurut sejumlah saksi, angka penerima bantuan diprediksi bakal bertambah. Ridho Al-Hamdi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UMY, menyebut fakultasnya masih mendata.
“Tambah dari Fisipol lebih dari 30,” katanya.
Jadi, totalnya bisa jauh lebih besar. Langkah UMY ini setidaknya memberi secercah harapan di tengah musibah yang datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Persit Mimika Rayakan 80 Tahun dengan Setetes Darah untuk Sesama
Dokumen Epstein Buka Luka Lama, Dharma Pongrekun Dapat Permintaan Maaf Massal
BNPB Soroti Longsor sebagai Ancaman Fatal di Tengah Dominasi Bencana Hidrometeorologi 2025
Anggota DPR Soroti Maraknya Whip Pink, Gas Tertawa yang Disalahgunakan untuk Nge-fly