Namun begitu, UMY tak cuma memikirkan SPP. Kampus juga menyiapkan bantuan biaya hidup tunai senilai Upah Minimum Regional (UMR) Yogyakarta, yang berkisar Rp 2,5 juta per bulan. “Living cost uang tunai. (Besarnya) UMR Yogya sekitar Rp 2,5 juta,” ujar Achmad. Pendampingan psikologis pun disediakan untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit ini.
Menurut sejumlah saksi, angka penerima bantuan diprediksi bakal bertambah. Ridho Al-Hamdi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UMY, menyebut fakultasnya masih mendata.
“Tambah dari Fisipol lebih dari 30,” katanya.
Jadi, totalnya bisa jauh lebih besar. Langkah UMY ini setidaknya memberi secercah harapan di tengah musibah yang datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Pesan Terakhir Hoegeng: Menolak Makam Pahlawan Demi Bersebelahan dengan Istri
Megawati Kenang Hangatnya Tante Meri, Istri Pendamping Hoegeng yang Berpulang
Saudara Abu Ubaidah Serukan: Suriah dan Palestina Satu Bangsa
Pandji Pragiwaksono Dipanggil Polda Metro Jaya untuk Klarifikasi Mens Rea