KPK Amankan Jaksa dan Bupati dalam Rentetan OTT Satu Hari

- Jumat, 19 Desember 2025 | 09:48 WIB
KPK Amankan Jaksa dan Bupati dalam Rentetan OTT Satu Hari

Operasi tangkap tangan KPK di Banten kemarin sore bukan sekadar rumor. Lembaga antirasuah itu benar-benar bergerak, dan hasilnya cukup mengejutkan. Salah satu yang diamankan dalam razia senyap itu ternyata seorang oknum jaksa.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengiyakan kabar tersebut saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (18/12).

"Sebagaimana yang sudah disampaikan jubir, memang ada pengamanan terhadap oknum jaksa," ujarnya.

Fitroh enggan merinci lebih jauh soal identitas sang jaksa. Namun begitu, dia menegaskan bahwa koordinasi dengan Kejaksaan Agung telah dilakukan.

"Dan memang kan sudah ada koordinasi dengan Kejaksaan Agung. Nanti kita lihatlah hasilnya," tambahnya singkat.

Yang bikin heboh, operasi ini juga membuahkan barang bukti yang jumlahnya tak main-main: uang tunai senilai Rp 900 juta berhasil diamankan dari lokasi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang memberikan konfirmasi terpisah, menyebut total ada sembilan orang yang diamankan dalam operasi yang menjangkau Banten hingga Jakarta itu. Mereka berasal dari latar belakang beragam.

"Sejak sore sampai malam, tim mengamankan sembilan orang," tutur Budi.
"Satu aparat penegak hukum, dua penasihat hukum, dan enam lainnya pihak swasta," jelasnya.

Menurut Budi, semua yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di dalam gedung. Perkembangan status hukum dan kronologi kasusnya akan diumumkan kemudian.

"

Sementara itu, di tempat lain, KPK ternyata juga sedang sibuk. Operasi serupa digelar di Bekasi, Jawa Barat, pada hari yang sama. Kali ini, yang jadi sasaran adalah lingkungan pemerintahan daerah.

Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. "Masih berprogres," katanya. Hingga Kamis malam, tim telah mengamankan sekitar sepuluh orang.

Meski detail identitas belum dibeberkan, suasana di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, sudah mencekam. Ruang kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, terlihat sudah dipasangi segel merah-hitam khas KPK. Tak cuma di situ, sejumlah ruangan dinas teknis lain juga dikabarkan ikut disegel.

Kabar itu kemudian menemui kepastiannya. Juru Bicara KPK mengonfirmasi bahwa Bupati Bekasi, Ade Kuswara, benar-benar ditangkap dalam operasi tersebut.

"Benar, salah satunya [Bupati Bekasi ditangkap]," ujar Budi, Jumat (19/12) dini hari.

Saat ini, sang bupati disebut masih menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik.

"

Lagi-lagi, ini belum berakhir. Di hari yang sama, tim lain dari KPK ternyata terbang jauh ke Kalimantan Selatan. Mereka menggelar OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

"Benar, tim hari ini juga melakukan kegiatan di wilayah Kalsel," kata Budi Prasetyo. Hasilnya, enam orang diamankan.

Keesokan paginya, detailnya mulai mengerucut. Ternyata, dari enam orang itu, dua di antaranya adalah jaksa. Mereka adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, dan Kasi Intelijen Kejari setempat, Asis Budianto.

"Di antaranya yang diamankan Kajari, Kasi Intel, dan swasta yang diduga sebagai perantara," ungkap Budi.

Kedua jaksa tersebut telah dibawa ke Jakarta dan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat pagi. Mereka pun langsung disambut dengan pemeriksaan intensif. Rentetan operasi dalam sehari ini seolah memberi sinyal: KPK lagi serius-seriusnya.

Komentar