Rencananya, bantuan segunung itu akan diterima langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di lapangan. Isinya? Beragam sekali, mencakup hal-hal yang paling dibutuhkan saat ini: mulai dari bahan pangan, perlengkapan sanitasi dan kesehatan, sampai pakaian, perlengkapan tidur, bahkan kebutuhan khusus bayi dan perempuan. Tak lupa, peralatan darurat juga disiapkan.
Yang menarik, bantuan sebanyak itu ternyata buah dari kolaborasi yang luar biasa. Bukan cuma dari internal Bakamla, tapi juga dari masyarakat Batam yang tergerak hatinya. Ada donasi yang datang dari personel Zona Bakamla Barat, BAZNAS, LAZIZMU, hingga sejumlah perusahaan seperti PT. Sabula dan PT. Sucofindo. Organisasi pemuda, kelompok masyarakat seperti dari Sungai Baduk, dan bahkan lebih dari 60 warga Batam secara pribadi turun langsung menyumbang.
Nuansa kebersamaan itu yang coba ditekankan. Bakamla menyampaikan apresiasi yang mendalam untuk semua pihak yang telah mendonasikan apa yang mereka punya. Di tengah musibah, solidaritas semacam ini menunjukkan bahwa kepedulian masih menjadi kekuatan nyata.
Kini, tinggal menunggu perjalanan laut KN. Pulau Dana-323. Semoga muatan kemanusiaan itu sampai dengan selamat dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Keyakinan yang Menjadi Kenyataan: Ketika Prasangka Baik Mengubah Takdir
Korban Pencurian Malah Ditahan, Usai Jebak Karyawan di Hotel
PPATK Dibanjiri 43 Juta Laporan, Nilai Transaksi Mencurigakan Tembus Rp 2.085 Triliun
Pompa Raksasa di Daan Mogot Dijanjikan Tuntaskan Banjir pada 2027