Di bawah terik matahari Kamis siang, kerumunan massa berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Mereka mengibarkan bendera putih, lambang duka dan isyarat meminta pertolongan. Aksi ini digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera, sebuah bentuk protes yang lahir dari kekecewaan yang mendalam.
Kekecewaan itu ditujukan pada penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Menurut para pengunjuk rasa, respons pemerintah terasa lamban, bahkan cenderung tak jelas. Belum ada langkah nyata yang sungguh-sungguh terlihat untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang telah merenggut banyak nyawa.
Di tengah keriuhan, selembar spanduk besar dibentangkan. Tulisannya tegas: mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional untuk Sumatera. Itu bukan sekadar permintaan simbolis.
“Kami ingin pemerintah benar-benar hadir, bukan sekadar wacana,” begitu kira-kira suara dari kerumunan itu.
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal