Polisi menduga, tumpukan uang mainan itu sengaja ditaruh untuk mengelabui. Tujuannya agar aktivitas ilegal di rumah tersebut tidak mencurigakan atau terendus oleh pihak berwajib. Taktik yang cukup licik, meski akhirnya terbongkar juga.
Di sisi lain, proses penyelidikan masih berlanjut. Hingga kini, korban yang sempat melapor ke Polsek Tanggul ternyata belum membuat laporan resmi soal kerugian materil. Polisi pun masih kesulitan menghitung dampak peredaran uang palsu yang diduga dilakukan MS.
“Sementara ini belum dimintai keterangan karena saat pelapor datang ke rumah terduga pelaku sudah tidak ada,” ucap Sugiyanto.
Dua koper berisi uang mainan itu kini disita sebagai barang bukti. Sementara buruan utama, si empunya rumah MS, masih dicari ke mana perginya. Operasi pun terus digencarkan untuk menangkap pelaku yang kabur sebelum penggerebekan terjadi.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS