Jakarta butuh lebih banyak tangan untuk merawat jalan-jalannya. Itulah inti dari rencana Pemprov DKI yang akan membuka lowongan baru untuk tenaga kontrak, atau yang biasa disebut PJLP, di bawah Dinas Bina Marga. Posisinya adalah Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. Alasan utamanya sederhana: tenaga yang ada sekarang sudah tak cukup lagi.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, jumlah petugas PJLP di Bina Marga saat ini hanya sekitar 1.400 orang. Angka itu pun terus menyusut.
"Banyak yang memasuki masa pensiun," ujarnya.
Hal itu disampaikannya di Balai Kota Jakarta, Kamis lalu. Dalam rapat, terlihat jelas bahwa penambahan personel adalah sebuah keharusan.
"Kami memutuskan, PJLP di Bina Marga yang 1.400 itu memang sudah dirasakan kurang. Saya dan Pak Wagub menyetujui untuk ditambah," tegas Pramono.
Lalu, berapa banyak tambahannya? Soal itu, Pramono menyebut belum ada angka pasti. Nanti, hitungan detail akan dilakukan oleh tim di lapangan.
"Kuotanya berapa, nanti akan dihitung dan diputuskan oleh Bina Marga bersama asisten pembangunan dan Pak Sekda," jelasnya.
Di sisi lain, kebutuhan ini memang mendesak. Curah hujan tinggi belakangan ini membuat banyak ruas jalan di ibu kota rusak dan berlubang. Kinerja perbaikan harus dipercepat. Dengan tambahan tenaga, diharapkan respons Bina Marga terhadap laporan warga bisa lebih tanggap. Jalan yang berlubang bisa ditangani lebih cepat, sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar.
Pada akhirnya, langkah ini adalah upaya konkret meski bersifat kontrak untuk memperbaiki wajah ibu kota, satu jalan demi satu jalan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 30 April 2026: Imsak Pukul 04.35 Wita, Magrib Waktu Buka Puasa
Presiden Prabowo Klaim Berhasil Kembalikan Arus Kekayaan Negara ke Rakyat Lewat Program Strategis
PT KAI Sediakan Layanan Pendampingan Psikologis bagi Korban Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur
Arsenal dan Atletico Madrid Imbang 1-1 di Leg Pertama Semifinal Liga Champions