Gempa Malam di Mempawah, Kerusakan Rumah Ternyata dari Pembangunan Tetangga

- Kamis, 18 Desember 2025 | 12:24 WIB
Gempa Malam di Mempawah, Kerusakan Rumah Ternyata dari Pembangunan Tetangga

Suara dentuman keras mengguncang malam di Desa Peniraman, Kabupaten Mempawah, Rabu (17/12/2025) lalu. Getarannya terasa jelas, langsung memicu kehebohan di kalangan warga. Tak lama berselang, media sosial pun ramai dengan video yang menunjukkan kerusakan pada sebuah rumah warga. Banyak yang mengaitkannya dengan getaran misterius tadi.

Merespon viralnya informasi ini, Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Setyadi bersama Kepala Desa langsung bergerak. Mereka mendatangi lokasi rumah yang dimaksud untuk mencari kejelasan. Apa benar kerusakan itu akibat fenomena malam itu?

Ternyata tidak. Setelah diperiksa, kerusakan pada rumah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan dentuman atau getaran yang dirasakan warga.

"Untuk video yang beredar di berbagai platform sosial media, yaitu rumah yang retak, itu bukan bersumber dari kejadian tersebut," tegas Kapolsek Setyadi, Kamis (18/12).
"Tetapi dikarenakan adanya pembangunan rumah baru yang tepat bersebelahan. Pemilik rumah tersebut adalah Ibu Misnati," lanjutnya menerangkan.

Jadi, sudah jelas. Kerusakan itu murni masalah konstruksi tetangga, bukan hal mistis atau bencana.

Namun begitu, getaran yang dirasakan warga itu nyata adanya. Malam yang sama, tepatnya pukul 20:07 WIB, wilayah Mempawah memang diguncang gempa tektonik. Kekuatannya tidak besar, magnitudo 2.6. Tapi karena kedalamannya dangkal, hanya 10 km, getarannya cukup terasa.

Rasmid, Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, memaparkan lokasi persis gempa itu.

"Episenter gempabumi terletak di koordinat 0.29° LU dan 109.14° BT, atau di darat sekitar 21 km tenggara Mempawah. Gempa ini jenis dangkal akibat aktivitas Sesar Adang," jelas Rasmid.

Dampaknya? Secara umum sangat minimal. Getaran itu dirasakan beberapa orang, menggoyangkan benda-benda ringan yang digantung. Rasanya seperti ada truk berat melintas.

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan," pungkas Rasmid.

Jadi, ada dua peristiwa yang kebetulan berdekatan waktunya: gempa kecil yang wajar, dan kerusakan rumah karena penyebab yang sama sekali berbeda. Warga pun kini bisa tenang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar