Deretan Monster Besi di Papua: Proyek Raksasa Haji Isam yang Bikin Gundah

- Kamis, 18 Desember 2025 | 10:40 WIB
Deretan Monster Besi di Papua: Proyek Raksasa Haji Isam yang Bikin Gundah

Pagi ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah unggahan dari Farid Gaban. Jurnalis senior sekaligus aktivis lingkungan itu membagikan foto yang cukup mengejutkan: lautan alat berat berjejer rapi bak pasukan perang.

Dalam cuitannya, Gaban menulis dengan nada prihatin.

"BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua,"

Begitu kira-kira bunyi lengkapnya. Foto itu, menurut penjelasannya, menunjukkan sekitar dua ribu unit ekskavator dan buldoser. Rupanya, itu adalah pesanan Haji Isam dari Jhonlin Group. Alat-alat berat itu disiapkan untuk menggarap proyek food estate atau energy estate seluas 2 hingga 3 juta hektar di tanah Papua.

Nama Haji Isam sendiri bukanlah nama asing di kalangan bisnis dan politik. Dia adalah Andi Syamsuddin Arsyad, konglomerat di balik Jhonlin Group yang bisnisnya merambah dari tambang batu bara, transportasi, sampai properti. Tapi belakangan, yang lebih banyak dibicarakan adalah kedekatannya dengan Istana.

Kedekatan itu bukan tanpa sebab. Menurut sejumlah sumber, peran Isam sangat krusial selama masa kampanye Pilpres 2024 lalu. Ketika tim Prabowo-Gibran kesulitan memenuhi kebutuhan logistik karena komitmen dari pengusaha lain yang molor, Isam lah yang turun tangan. Bantuannya langsung dan nyata.

Hasilnya? Hubungan mereka pun semakin erat. Pasca-pencalonan, Isam kerap terlihat mendampingi Prabowo dalam berbagai agenda penting. Bahkan, dia termasuk dalam rombongan delegasi pengusaha saat pertemuan dengan figur kelas dunia seperti Bill Gates. Seolah mengukuhkan posisinya, pada Agustus 2025, Presiden Prabowo menganugerahinya Bintang Mahaputera Utama. Penghargaan tertinggi negara itu diberikan atas jasanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi nasional.

Kini, di era pemerintahan Prabowo, kepercayaan itu berbuah peran strategis. Haji Isam dipercaya memegang kendali proyek nasional yang ambisius: membangun lumbung pangan dan energi di Papua. Proyek raksasa itulah yang membutuhkan "ribuan monster" besi seperti dalam foto Farid Gaban.

Di sisi lain, unggahan Gaban itu memantik kekhawatiran yang lebih dalam. Bukan cuma soal skala proyeknya yang masif, tapi juga implikasinya terhadap hutan alam terakhir yang masih tersisa. Narasi pembangunan ekonomi berbenturan langsung dengan suara-suara yang menginginkan kelestarian lingkungan. Foto barisan alat berat itu menjadi simbol visual yang powerful dan mengganggu bagi kedua kubu.

Pertanyaannya sekarang: akankah "monster-monster" besi itu menjadi mesin kemakmuran baru, atau justru penghancur ekosisten yang tak tergantikan? Jawabannya, tentu saja, masih terbentang di depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar