Pagi ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah unggahan dari Farid Gaban. Jurnalis senior sekaligus aktivis lingkungan itu membagikan foto yang cukup mengejutkan: lautan alat berat berjejer rapi bak pasukan perang.
Dalam cuitannya, Gaban menulis dengan nada prihatin.
Begitu kira-kira bunyi lengkapnya. Foto itu, menurut penjelasannya, menunjukkan sekitar dua ribu unit ekskavator dan buldoser. Rupanya, itu adalah pesanan Haji Isam dari Jhonlin Group. Alat-alat berat itu disiapkan untuk menggarap proyek food estate atau energy estate seluas 2 hingga 3 juta hektar di tanah Papua.
Nama Haji Isam sendiri bukanlah nama asing di kalangan bisnis dan politik. Dia adalah Andi Syamsuddin Arsyad, konglomerat di balik Jhonlin Group yang bisnisnya merambah dari tambang batu bara, transportasi, sampai properti. Tapi belakangan, yang lebih banyak dibicarakan adalah kedekatannya dengan Istana.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman