Daniel Hananya Sinaga:
Bapak ini memang turun ke lokasi. Tapi apa yang sebenarnya terjadi di tengah bencana, sepertinya tak sepenuhnya ia pahami. Mirisnya, situasinya jauh lebih parah. Bahkan mayat-mayat di dalam kuburan pun ikut terseret arus banjir. Bayangkan saja.
Lalu, bagaimana dengan lumbung pangan di tingkat desa yang sering digaungkan itu? Menurutnya, besar kemungkinan lumbung itu juga ikut hanyut, bapakā¦
Kecuali, tentu saja, jika lumbungnya dirancang khusus untuk tahan badai dan banjir. Tapi apa masuk akal? Membangun infrastruktur sekuat dan secanggih itu di setiap desa mungkinkah? Realitanya tentu lain.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi