Seorang pria berinisial AS akhirnya diamankan oleh tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Ia diduga kuat terlibat dalam kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa. Korban sendiri berasal dari Kecamatan Turu, Kabupaten Probolinggo.
Jasad Faradila sebelumnya sempat menggemparkan warga, setelah ditemukan mengapung di aliran sungai di wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengonfirmasi penangkapan itu. Yang mengejutkan, AS bukan orang asing. "Memang benar terduga pelaku AS adalah kerabat korban," ujar Jules kepada wartawan, Rabu (17/12).
Tak hanya itu, pria itu ternyata berstatus anggota Polres Probolinggo Kabupaten. Jules menjelaskan, pihaknya telah mengamankan AS sejak Selasa lalu, setelah penyelidikan mengarah padanya. "Diamankan dan dibawa tim Jatanras ke Polda Jatim," katanya.
Barang bukti yang diduga terkait kejadian ini juga sudah disita polisi. Proses penyitaan resmi tentu akan menyusul.
Masih Ada yang Kabur
Namun begitu, kasus ini belum sepenuhnya berakhir. Polisi menyebut masih ada pelaku lain yang ikut serta dalam tindak pidana terhadap Faradila. "Saat ini untuk pelaku lain masih dalam pencarian," tegas Jules.
Soal motif dan peran detail AS dalam pembunuhan ini, polisi masih tutup rapat. Mereka memilih menunggu hingga proses penyidikan dan pengumpulan bukti dirasa cukup lengkap. "Nanti akan kami sampaikan setelah semuanya terpenuhi," ucapnya.
Untuk saat ini, AS masih menjalani masa penahanan. "Nanti 1 x 24 jam tentunya akan ditahan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup," tambah Jules.
Upaya mengungkap sebab kematian korban juga masih berjalan. Tim masih melakukan autopsi dan visum terhadap jenazah Faradila. "Masih berproses," kata dia.
Proses hukum pidana akan didahulukan sebelum nantinya AS diproses secara etik sebagai anggota kepolisian. "Kita utamakan proses pidana kita selesaikan dulu," pungkas Jules.
Kisah tragis ini berawal Selasa (16/12) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Faradila ditemukan tewas di sungai Wonorejo.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, bercerita jasad itu pertama kali dilihat oleh warga yang sedang mencari rumput. "Kemudian dilaporkan ke Polsek Wonorejo," kata Joko.
Petugas pun segera bergerak. "Setelah menerima laporan, langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban," ujarnya.
Saat ditemukan, kondisi Faradila masih mengenakan jaket hitam, celana panjang krem, dan helm berwarna pink. Yang cukup aneh, posisi kepalanya berada di bawah air namun tidak terbawa arus sungai yang deras.
Artikel Terkait
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2
Kemenag Pastikan Pendidikan 252 Santri Ponpes di Pati Tetap Berlanjut Pasca Penutupan Akibat Kasus Pencabulan
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa