Humanies Project itu, ya, gerakannya cepat sekali. Sementara pemerintah masih sibuk dengan wacana hunian sementara dan pendampingan psikologis pasca bencana, mereka sudah ada di lapangan. Bukan cuma wacana. Mereka benar-benar mewujudkannya.
Bayangkan saja. Lembaga ini punya figur seperti Anies Baswedan di belakangnya. Dengan sosok seperti itu, wajar kalau aksinya begitu gesit dan terkoordinasi. Lalu, coba pikirkan: bagaimana jika semangat dan cara kerja seperti ini yang memimpin negeri ini? Rasanya, pemulihan untuk daerah-daerah yang terdampak bakal berjalan dengan tempo yang berbeda.
Nah, sekarang mereka membuka kesempatan. Buat kamu yang punya latar belakang arsitek, dokter, atau psikolog, ini saatnya merapat. Humanies Project sedang membentuk tim untuk mendampingi pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ini jelas bukan pekerjaan singkat. Butuh komitmen dan napas panjang. Tapi, seperti kata mereka, kalau bukan kita yang mulai, lalu siapa lagi?
Pendaftaran untuk "Squad" mereka sudah dibuka. Untuk wilayah Aceh pada 18-22 Desember 2025, dan Padang pada 21-25 Desember 2025. Mereka memang mengutamakan tenaga profesional di bidang kesehatan, psikologi, dan perencanaan bangunan.
Di sisi lain, aksi mereka sudah berjalan. Baru-baru ini, Anies Baswedan bersama tim Humanies Project mengunjungi beberapa kecamatan di Padang, seperti Nanggalo, Pauh, dan Kuranji. Bantuan yang disalurkan diterima dengan penuh rasa syukur oleh warga. Semangat untuk bangkit pun terlihat.
Secara keseluruhan, respons mereka terhadap bencana longsor dan banjir di Sumatera terbilang komprehensif. Mulai dari penyaluran bantuan langsung hingga kegiatan pendampingan. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang terus mempercayakan bantuannya.
Hingga laporan ini dibuat, donasi yang berhasil dikumpulkan untuk pemulihan bencana di Sumatera telah mencapai angka yang fantastis: lebih dari Rp 3,3 miliar. Angka itu menunjukkan betapa banyak pihak yang tergerak untuk membantu.
Perjalanan masih panjang. Tapi dengan langkah nyata seperti ini, harapan untuk pulih bukan sekadar impian.
(Al Fatin)
Artikel Terkait
Badut dan Penjual Balon di Mojokerto Bacok Istri dan Mertua hingga Tewas, Cemburu dan Utang Puluhan Juta Jadi Pemicu
DPP PAN Tarik Husniah Talenrang dari Ketua DPW Sulsel, Tunjuk Ashabul Kahfi sebagai Plt
Kades Kedaton Tersangka Korupsi Dana Desa Rp448 Juta Selama Tiga Tahun
Majelis Hakim PN Makassar Bebaskan Enam Terdakwa Korupsi Dana Zakat BAZNAS Enrekang