Setelah dibuka dengan sentuhan merah, IHSG berhasil berbalik arah dan menutup sesi I perdagangan Rabu (25/3/2026) dengan kenaikan cukup signifikan. Indeks saham andalan Indonesia itu menguat 1,30 persen, mengangkangi level 7.199.
Padahal, awal hari ini suasananya berbeda. Pasar sempat lesu dengan IHSG melemah 0,31 persen ke posisi 7.084 saat pembukaan. Namun, tekanan jual tak bertahan lama. Indeks berhasil merangkak naik dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.145 sebelum akhirnya menguat lebih jauh.
Pergerakannya cukup menarik diamati. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, mayoritas justru berpendar hijau. Tercatat 554 saham menguat, sementara yang melemah hanya 198. Sisanya, 206 saham, cenderung datar tanpa perubahan harga berarti. Aktivitas perdagangan pun cukup ramai, dengan volume mencapai 24,48 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp13,28 triliun.
Penguatan ini tak hanya terjadi di IHSG utama. Indeks-indeks lainnya juga ikut merasakan angin segar. LQ45 naik 1,69 persen, IDX30 menguat 1,81 persen, sementara indeks JII bahkan melesat lebih tinggi dengan kenaikan 3,16 persen. Indeks SRI-KEHATI tak mau ketinggalan, mencatat kenaikan 0,97 persen.
Lalu, sektor apa yang jadi penyokong? Ternyata, sebagian besar sektor ikut berjasa mengerek indeks. Energi, infrastruktur, transportasi, industri, hingga properti dan barang konsumsi non-siklikal, semuanya berada di zona hijau. Dari semua itu, dua sektor tampil sebagai jawara: sektor energi yang melonjak 3,91 persen dan sektor industri yang menguat 3,74 persen.
Namun begitu, tidak semua sektor beruntung. Ada beberapa yang justru tertinggal dan terpaksa menghadapi tekanan jual. Sektor teknologi, bahan baku, kesehatan, dan keuangan kompak berada di zona merah, mencatat pelemahan di tengah sentimen positif pasar secara keseluruhan.
Di level saham individual, pergerakannya cukup ekstrem. Puncak gainers didominasi oleh saham-saham yang melesat tinggi.
ESTI (Ever Shine Tex) memimpin dengan kenaikan fantastis 27,64 persen. Disusul oleh ICON (Island Concepts Indonesia) yang naik 26,36 persen, dan reksa dana XISB (Indo Premier Investments Management) yang menguat 25 persen.
Di sisi lain, daftar losers juga punya cerita sendiri. XPTD (Panin Asset Management) terpuruk dengan penurunan 15 persen. ROCK (Rockfields Properti Indonesia) dan ALKA (Alakasa Industrindo) juga bernasib serupa, masing-masing anjlok 14,77 persen dan 14,47 persen.
Artikel Terkait
SIG Genjot Ekspor ke Afrika dan Prancis untuk Atasi Kelebihan Pasokan Domestik
Bappenas: Kemacetan Jabodetabek Rugikan Ekonomi Rp100 Triliun per Tahun, SIG Hadirkan Beton Cepat Kering SpeedCrete
Proses Delisting MABA Terhambat, Saham Benny Tjokro yang Disita Kejagung Halangi Buyback
Happy Hapsoro Masuk Daftar Pemegang Saham PADI, Bantah Spekulasi Hengkang