Lewat sebuah unggahan di platform X, militer Israel mengonfirmasi sebuah perintah yang sudah beredar sebelumnya: mereka memerintahkan pembongkaran "sejumlah bangunan" di kamp pengungsi Nur Shams, Tepi Barat. Pernyataan resmi itu akhirnya muncul, setelah desas-desus dan laporan lokal memenuhi udara.
Sehari sebelumnya, Gubernur Tulkarem, Abdallah Kamil, sudah lebih dulu bicara. Wilayahnya mencakup kamp Nur Shams itu.
“Saya telah diberi tahu soal rencana ini oleh COGAT,” ujarnya kepada AFP, merujuk pada badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan. Informasinya datang langsung dari sumber Israel, bukan sekadar kabar burung.
Di sisi lain, dampaknya bagi warga digambarkan lebih gamblang oleh Faisal Salama. Sebagai ketua komite rakyat Kamp Tulkarem yang berdekatan, Salama menyebut angka yang tak main-main: perintah itu mengancam sekitar 100 rumah keluarga. Bukan cuma satu atau dua bangunan.
Langkah ini tak datang tiba-tiba. Sejak Januari lalu, Israel telah meluncurkan apa yang mereka sebut Operasi Iron Wall di Tepi Barat. Target deklarasi mereka jelas: memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang diyakini bersarang di kamp-kamp pengungsi, terutama di kawasan utara Tepi Barat. Nur Shams, tampaknya, kini masuk dalam sasaran operasi yang berkelanjutan itu.
Artikel Terkait
Antrean Solar Bersubsidi di Makassar Kembali Picu Kemacetan, Warga dan Pengusaha Terdampak
Nadiem Makarim Ajukan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris
Pemkab Bone Usulkan 138 Formasi CPNS 2026, Fokus pada Guru dan Tenaga Kesehatan
Polisi Datangi Kamar Kos di Cileunyi yang Diduga Jadi Lokasi Penyekapan Perempuan