Laporan datang dari Seoul pada Minggu pagi. Militer Korea Selatan mendeteksi sebuah peluncuran rudal dari arah Korea Utara. Menurut mereka, rudal balistik jenis tak dikenal itu ditembakkan ke arah perairan yang dikenal sebagai Laut Timur, atau Laut Jepang.
"Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik tak dikenal ke arah Laut Timur," begitu pernyataan resmi dari Korsel.
Di sisi lain, Jepang juga ikut mengonfirmasi. Kementerian Pertahanan mereka melaporkan adanya kemungkinan rudal balistik yang terdeteksi, yang akhirnya jatuh sekitar pukul 08.08 waktu setempat. Lokasi pastinya, sampai berita ini diturunkan, belum diumumkan secara detail.
Ini bukan aksi pertama Pyongyang tahun ini, tapi cukup mengejutkan. Uji coba rudal balistik terakhir mereka terjadi pada November lalu. Saat itu, aksi itu dianggap sebagai respons atas persetujuan Presiden AS Donald Trump terhadap rencana Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
Kalau kita lihat polanya, uji coba rudal Korut memang makin sering dan intens dalam beberapa tahun belakangan. Para pengamat militer punya analisis sendiri. Mereka melihat ini sebagai upaya sistematis Pyongyang untuk mempertajam kemampuan serangan presisinya. Tujuannya jelas: menantang posisi Amerika Serikat dan sekutunya di Seoul, sekaligus menguji teknologi sebelum kemungkinan mengekspornya ke mitra seperti Rusia.
Artikel Terkait
KJP Plus Tahap Kedua Cair, Siswa Jakarta Bisa Sekolah Sambil Jalan-Jalan
Pembongkaran Monorel Jakarta Digelar Malam Hari, Jalan Tetap Dibuka
Tiga Pria Dibekuk Polisi Usai Bobol Delapan Gardu Listrik, Rugikan Negara Rp 220 Juta
Prabowo Berkelakar Soal PKB, Jazilul Fawaid: Itu Tanda Keakraban