Pemerintah Kabupaten Bone melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengusulkan sebanyak 138 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Usulan tersebut mencakup kebutuhan tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan tenaga guru yang dinilai strategis untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor di wilayah tersebut.
Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam, mengungkapkan bahwa saat ini usulan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan di tingkat pusat. Dengan demikian, jumlah kuota yang nantinya diterima Kabupaten Bone masih bergantung pada keputusan resmi dari KemenPAN-RB.
“Kami sementara mengusulkan formasi CPNS Tahun 2026 sebanyak 138 formasi. Saat ini masih dalam proses pembahasan dan menunggu persetujuan dari KemenPAN-RB,” ujar Edy, Rabu (23/6/2026).
Menurutnya, pengusulan formasi ini didasarkan pada hasil analisis kebutuhan pegawai di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih memerlukan tambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Edy menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga ASN di daerah masih cukup besar, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah daerah.
Dalam hal formasi tenaga guru, BKPSDM Bone memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, khususnya daerah yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah Kecamatan Tellu Limpoe, yang hingga kini masih membutuhkan tambahan guru untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat.
“Kami memprioritaskan kebutuhan guru pada daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik, termasuk wilayah yang cukup jauh seperti Kecamatan Tellu Limpoe dan beberapa kecamatan lainnya,” jelas Edy.
Meskipun telah mengusulkan 138 formasi, Edy menegaskan bahwa jumlah tersebut belum tentu seluruhnya disetujui oleh pemerintah pusat. Pemkab Bone masih menunggu hasil evaluasi dan penetapan kuota resmi dari KemenPAN-RB. Pemerintah Kabupaten Bone berharap usulan tersebut dapat memperoleh persetujuan sehingga kebutuhan ASN di berbagai sektor dapat terpenuhi. Kehadiran tambahan pegawai diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Rencana pembukaan formasi CPNS ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para lulusan perguruan tinggi yang telah lama menantikan kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS. Salah seorang warga Bone, Rahmat (26), mengaku optimistis pemerintah pusat akan memberikan kuota yang cukup bagi Kabupaten Bone.
“Semoga seluruh usulan yang diajukan bisa disetujui. Banyak sarjana di Bone yang masih menunggu kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS dan mengabdi sebagai ASN,” ujarnya.
Rahmat mengaku telah mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari materi tes serta mengikuti perkembangan informasi terkait seleksi CPNS tahun mendatang. Dengan usulan 138 formasi tersebut, masyarakat kini menantikan keputusan KemenPAN-RB yang akan menentukan jumlah kuota CPNS yang akan dibuka untuk Kabupaten Bone pada tahun 2026.
Artikel Terkait
Kapolri: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sepenuhnya Kewenangan Kejaksaan
Ilmuwan Korsel Ciptakan Teknologi Plasma Ubah Ampas Kopi Jadi Biochar Setara Batu Bara dalam 90 Detik
Nadiem Makarim Ajukan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris
KPK Periksa Anggota DPR Nabil Husein sebagai Saksi Kasus Gratifikasi Rita Widyasari