Menurut Rika, kegiatan semacam ini adalah hal yang biasa. Ini bagian dari program pembinaan kerohanian wajib di setiap lapas. Tujuannya jelas: memenuhi hak beribadah warga binaan dan mendorong proses introspeksi diri.
Ditjen PAS juga menyampaikan apresiasi pada gereja mitra yang terlibat. Mereka menegaskan, layanan kerohanian semacam ini adalah wujud komitmen untuk membina sisi moral dan spiritual para penghuni lapas.
Namun begitu, publik tentu tak mudah melupakan latar belakang Ferdy Sambo. Dia adalah terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Vonisnya berubah-ubah. Dari hukuman mati di pengadilan negeri, akhirnya menjadi seumur hidup setelah putusan Mahkamah Agung.
Video yang beredar ini, bagaimanapun, menyuguhkan potret lain. Ia memperlihatkan fragmen kehidupan Sambo di balik jeruji besi, serta bagaimana proses pembinaan itu dijalani oleh seorang terpidana kasus besar. Sebuah sisi yang jarang terlihat, namun kini menjadi bahan pembicaraan luas.
Artikel Terkait
KPK Tahan Mantan Stafsus Menag Gus Alex Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR