Ferry Irwandi, sang aktivis yang kerap dipanggil 'Si Paling Aceh', kembali menunjukkan aksinya. Kali ini, bukan sekadar omongan. Ia sudah beberapa hari terakhir terjun langsung ke wilayah Aceh yang dilanda banjir, membantu warga yang terdampak.
Tapi bantuannya tak cuma berhenti di sembako atau tenda pengungsian. Ferry melihat lebih jauh. Ia prihatin dengan roda ekonomi warga yang ikut terhambat akibat bencana ini. Lalu, ia pun turun ke lapangan, melakukan riset kecil-kecilan di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Dari sana, ditemukanlah sebuah persoalan yang mendesak. Ada komoditas cabe lokal yang justru melimpah ruah saat musim sulit ini. Sayangnya, karena akses terputus dan distribusi macet, hasil panen yang berharga itu terancam busuk begitu saja di kebun. Sungguh ironis di tengah kesulitan.
Nah, di sinilah Ferry punya ide. Daripada membiarkan cabe-cabe itu terbuang, ia mencari cara untuk menyalurkannya ke pasar. Caranya? Ia menggaet rekan-rekannya, menggerakkan jaringan, dan berusaha membuka akses pemasaran. Aksi nyata ini langsung terekam dan diunggahnya ke media sosial.
Artikel Terkait
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas
Aktivis Muhammadiyah Serukan Prabowo Ganti Kapolri, Sebut Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Provokatif
Gelombang Klinik Halal: Saat Kecantikan Bertemu Keyakinan di Indonesia
Anggota Polisi Syariah di Aceh Merasakan Cambuk Pertama Kalinya