Respons warganet pun beragam. Banyak yang memuji langkah solutifnya.
Namun, di sisi lain, ada juga yang menyoroti fenomena ini sebagai cermin ketidakadaan negara.
Tak hanya cabe, ada juga yang mengingatkan potensi komoditas lain dari daerah itu.
Aksi Ferry ini, mau tak mau, menyisakan pertanyaan. Di satu sisi, ia hadir sebagai solusi cepat di tengah vakumnya bantuan sistemik. Di sisi lain, aksi individu seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika mekanisme penanganan bencana berjalan optimal. Tapi ya, itulah realitanya. Saat banjir datang, yang muncul justru 'Si Paling Aceh' dengan segudang ide dan tenaganya.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga