Kalau kita lihat pemberitaan belakangan ini, ada satu topik yang seolah tak pernah kehilangan daya tarik: soal ijazah Presiden Joko Widodo. Pengamat politik Adi Prayitno pun mengaku heran. Bagaimana bisa isu ini terus mendominasi, bahkan menggeser pembahasan soal-soal strategis lain yang tak kalah penting bagi bangsa?
Dalam sebuah video di kanal YouTube-nya, Rabu lalu, Adi mengungkapkan keheranan itu. Bukan cuma masyarakat umum, dirinya sendiri kerap bertanya-tanya. Kenapa ya, setiap kali nama Jokowi dan persoalan ijazahnya muncul, respons yang didapat selalu luar biasa antusias?
“Jangankan masyarakat, jangankan publik secara umum, saya pun termasuk yang hingga saat ini selalu bertanya-tanya. Kenapa setiap pembicaraan terkait dengan Pak Jokowi, setiap pembicaraan terkait dengan ijazah Pak Jokowi, ini kan selalu mendapatkan respon yang sangat luar biasa dan cukup antusias,” ujar Adi.
Menurutnya, polemik ini sudah berlangsung hampir setahun. Dan anehnya, di media sosial maupun media arus utama, percakapan seputar ijazah dan manuver politik Jokowi itu nyaris tak tergoyahkan. Topik lain kalah bersaing.
Di sisi lain, ada ironi yang mencolok. Begitu banyak isu kebangsaan yang sebenarnya mendesak untuk diperhatikan serius oleh publik dan netizen. Sayangnya, perhatian yang diberikan seringkali hanya sekilas, lalu buyar.
“Apesnya lagi, ironisnya lagi. Begitu banyak isu-isu kebangsaan yang saya kira penting untuk mendapatkan perhatian yang cukup serius dari kalangan masyarakat, dari kalangan netizen. Seringkali mungkin hanya mendapatkan sekilas untuk diperhatikan secara serius,” katanya.
Adi memberi contoh. Program-program strategis pemerintah, sebut saja Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi Desa Merah Putih, atau sekolah rakyat, nyatanya tidak mendapat sambutan seheboh itu. Bahkan isu bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra seperti longsor dan banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sudah berlangsung minggu ketiga, pelan-pelan meredup pembicarannya.
Publik, lagi-lagi, kembali teralihkan. Apalagi setelah ada perkembangan hukum: gelar perkara khusus yang mempertemukan pihak Jokowi dengan Roy Suryo di Polda.
“Memasuki hari ketiga, minggu ketiga, pembicaraan terkait dengan Sumatera secara perlahan itu juga mulai menyusut dan kemudian publik kembali bicara tentang soal ijazah Pak Jokowi seperti apa,” ungkap Adi.
Nah, poin penting yang dia ingatkan: kasus ini sudah naik level. Bukan lagi sekadar perdebatan di ruang publik, melainkan sudah masuk ranah hukum resmi. Sudah ada tersangka, kedua belah pihak dihadirkan, dan bukti-bukti mulai ditunjukkan.
“Ijazah itu ya saat ini sudah naik level loh, sudah naik pada soal bagaimana ini sudah masuk dalam ranah hukum karena sudah ada tersangka. Kedua belah pihak sudah mulai dihadir-hadirkan, sudah mulai ada bukti-bukti yang ditunjukkan,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Adi Prayitno mengimbau. Masyarakat sebaiknya lebih fokus pada isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026, upaya pengurangan kemiskinan dan pengangguran, atau pemulihan daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatra.
“Mari kita fokus dan mungkin kita kembali ke laptop bagaimana persoalan-persoalan kebangsaan itu sebenarnya jauh lebih membutuhkan perhatian yang cukup serius,” pungkas Prayitno.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali