Gerakan Infak Jum’at Muhammadiyah membuktikan satu hal: kebersamaan itu punya kekuatan nyata. Bayangkan, terkumpul dana sekitar Rp70 miliar. Jumlah itu bukan datang sekali, tapi mengalir terus dari jamaah di berbagai lini organisasi. Mulai dari masjid, sekolah, kampus, sampai rumah sakit. Semuanya bergerak.
Menurut sejumlah saksi, aksi penggalangan dana ini lahir sebagai respons cepat. Krisis kemanusiaan akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan kian menjadi-jadi. Nah, di sinilah semangat fastabiqul khairat itu benar-benar terlihat. Bukan cuma jadi wacana, tapi menjelma jadi gerakan sosial yang terorganisir. Konsisten, dan direncanakan untuk jangka panjang.
Memang, kalau dibandingkan kerugian bencana yang mencapai triliunan, angka Rp70 miliar mungkin terlihat kecil. Namun begitu, manfaatnya di lapangan justru sangat terasa. Dana itu dipakai untuk hal-hal yang langsung menyentuh kebutuhan mendesak.
Artikel Terkait
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love
Malam Haru di Cilandak, Sjafrie Sjamsoeddin Berduka untuk Sahabat Seangkatan
Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Diduga Darah Menstruasi