Sopir Truk Tertembak di Yahukimo, KKB Diduga Dalangnya

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:00 WIB
Sopir Truk Tertembak di Yahukimo, KKB Diduga Dalangnya

YAHUKIMO - Seorang sopir truk menjadi korban penembakan di jalan pegunungan Yahukimo, Jumat (30/1/2026) sore. Pelakunya diduga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI. Kejadian ini mengguncang ketenangan kawasan yang sepi itu.

Korban, Jany Trio Mayaut (42), sedang dalam perjalanan menuju Kota Dekai saat insiden terjadi. Dia warga Jalan Jenderal Sudirman KM 1 dan bekerja sebagai karyawan swasta. Nasib sial menimpanya ketika sebuah peluru menghantam lengan kanan atasnya.

Saat ini, Jany sedang dirawat intensif di RSUD Dekai. Truk boks yang dikemudikannya pun tak luput dari amukan peluru. Bekas lubang tembakan terlihat jelas di badan kendaraan, menjadi saksi bisu kekerasan yang terjadi.

Menurut sejumlah saksi, beberapa orang bersenjata terlihat berdiri di pinggir jalan sesaat sebelum kejadian. Mereka kemudian kabur masuk ke dalam hutan, menghilang begitu saja.

Merespons hal ini, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo langsung bergerak. Mereka mengamankan TKP, melakukan penyisiran, dan mengumpulkan barang bukti. Hasilnya, ditemukan selongsong amunisi di lokasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menegaskan komitmennya.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa korban. Aparat bergerak cepat untuk memastikan korban mendapatkan pertolongan medis dan situasi di lokasi tetap terkendali. Saat ini, fokus kami adalah memburu pelaku serta menjamin masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman,” ujarnya.

Pendekatan keamanan, tambahnya, akan selalu mempertimbangkan keselamatan warga sipil di daerah rawan.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, punya pesan untuk masyarakat.

“Kami meminta warga tidak panik. Bila melihat atau mengetahui aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat. Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam mempercepat pengungkapan kasus seperti ini,” kata Adarma.

Kejadian ini sempat memicu kecemasan. Namun, kedatangan aparat yang cepat berhasil meredakan ketegangan. Kini, aktivitas di Distrik Dekai perlahan mulai normal kembali, meski pengamanan di beberapa titik terlihat lebih ketat dari biasanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler