Di Jakarta, KH Zulfa Mustofa resmi mengemban peran baru sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU. Amanah ini datang di tengah situasi yang tidak mudah. Tugas pertamanya? Menata kembali roda organisasi yang sempat goyah.
"Saya tidak ingin menjadi bagian konflik masa lalu," tegas Zulfa dalam pernyataannya, Rabu (10/12/2025).
Lalu, dengan nada yang lebih personal, dia menambahkan, "Tapi saya ingin menjadi solusi buat Jam'iyah ini untuk masa depan."
Menurutnya, posisi yang dipegangnya sekarang ini adalah dua sisi mata uang yang sama. Di satu sisi, tentu saja sebuah kehormatan yang luar biasa. Namun begitu, di sisi lain, beban yang harus dipikulnya terasa amat berat. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Komitmennya untuk menjalankan mandat dari Rais Aam dan forum pleno pun ditegaskan. Dia berjanji akan mengerahkan segala upaya.
"Tugas saya sangat berat," ucap Zulfa, merinci prioritasnya. Normalisasi roda organisasi menjadi langkah awal yang mendesak. Setelah itu, fokus beralih ke persiapan Muktamar, yang tentu harus diawali dengan penyelenggaraan Konferensi Besar terlebih dulu.
Di akhir pernyataannya, terdengar ajakan yang berusaha menyentuh hati. Zulfa mengajak seluruh kader dan struktur NU, dari tingkat paling bawah hingga atas, untuk bersatu kembali. Merapat.
"Mari kita bersatu kembali di Rumah Besar kita ini," serunya. "Karena sudah lama masyarakat warga NU bersedih atas ketidakpastian ini."
Kalimat penutup itu seperti gema, mengingatkan semua pihak tentang rumah yang perlu diperbaiki bersama-sama.
Artikel Terkait
Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada
Polda Metro Periksa Saksi PT Vinfast Terkait Tabrakan Maut di Bekasi Timur
Film Super Mario Geser Pegasus 3, Raih Rp15,6 Triliun di Puncak Box Office April 2026
Banjir Setinggi 1,6 Meter Rendam Kebon Pala Jakarta Timur, 246 Jiwa Terdampak