Di Cikarang, udara Senin siang itu cukup terik. Octavianus Dwi, sang Direktur Marketing Astra Honda Motor (AHM), tampak berbicara dengan nada yang penuh harap sekaligus sabar. Intinya, dia dan timnya masih menunggu. Menunggu kejelasan dari pemerintah soal insentif untuk motor listrik.
"Kami menunggu," ujar Octa kepada para wartawan.
Kalimat itu sederhana, tapi punya bobot. Tanpa insentif yang jelas, upaya mendorong pasar tentu lebih berat. "Kita akan berusaha supaya penerimaan (motor listrik) di pasar bisa meningkat. Menghilangkan, mengurangi kekhawatiran di konsumen," tambahnya.
Menurut Octa, kunci penerimaan pasar bukan cuma soal meluncurkan produk baru. Ada hal lain yang juga krusial. Misalnya, nilai jual kembali atau aftersales. Itu semua perlu ditingkatkan bareng-bareng untuk membangun kepercayaan.
"Makanya bukan cuma produk, tapi aftersales seperti apa, resale value-nya juga. Itu sama-sama kita tingkatkan," tegasnya.
Namun begitu, kondisi pasar saat ini memang belum terlalu ramai. Permintaan untuk motor listrik boleh dibilang masih terbatas. Tapi menariknya, Honda memilih untuk tidak berhenti. Mereka tetap merakit motor listrik di fasilitas lokal mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen jangka panjang sebuah ikhtiar mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
"Masih lanjut (produksi), di kita (Indonesia) masih menjaga kontinuitas eksistensi di market," jelas Octa. "Meski tidak besar, tapi itu bagian dari journey untuk mulai transisi."
Di sisi lain, Honda sebenarnya sudah punya beberapa senjata di pasar. Saat ini, tiga model motor listrik mereka sudah beredar: EM1 e:, ICON e:, dan CUV e:. Dua model pertama, EM1 e: dan CUV e:, hadir dengan skema baterai yang bisa ditukar. Sementara ICON e: menawarkan kepraktisan berbeda, yaitu bisa dicas langsung lewat soket di bodi motornya.
Jadi, semua sudah siap dari sisi produk. Tinggal menunggu angin segar dari kebijakan. Sebuah kepastian yang diharap bisa memecah kebekuan dan mendorong minat masyarakat melomat ke era elektrifikasi.
Artikel Terkait
Trump Rayakan Ultah ke-80 di Gedung Putih dengan Gelaran UFC Mewah Berbiaya 60 Juta Dolar
Kementerian PU Alokasikan Rp1,65 Triliun untuk Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat pada 2027
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo 2026 Lewat Platform Skillhub
Pemerintah Targetkan Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu di IKN Mulai 2026