Rosé Ungkap Trik Nyelenehnya Pacaran: Nyamar Jadi Nenek-Nenek demi Hindari Paparazzi

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:42 WIB
Rosé Ungkap Trik Nyelenehnya Pacaran: Nyamar Jadi Nenek-Nenek demi Hindari Paparazzi

Bagi para idol K-Pop, urusan asmara bisa berubah jadi skandal yang merusak karir. Makanya, banyak dari mereka yang harus ekstra hati-hati kalau mau kencan, takut ketangkep kamera paparazzi. Rosé dari Blackpink pun nggak luput dari tekanan ini.

Dalam podcast Call Her Daddy yang dipandu Alex Cooper, Rosé blak-blakan cerita tentang hidupnya, termasuk soal hubungan asmara di masa lalu. Dia mengaku sengaja menjaga semua itu tetap privat.

“Menurut saya, saya melakukannya untuk melindungi dia,” ujar Rosé.

“Bagi saya, rasanya lebih sakit ketika melihat teman saya diserang (oleh publik). Atau orang yang lebih dekat dari itu, jika mereka diserang, saya ikut merasakan sakitnya.”

Artis yang besar di Australia ini merasa belum nyaman untuk terbuka. Dia belum merasa aman. Ya, budaya paparazzi di Korea Selatan memang sudah jadi hal biasa di dunia hiburan. Media-media lokal saling sikut buat mengungkap kisah cinta para selebritas. Kalau sampai ketahuan, bisa-bisa fans marah dan kecewa.

Nah, demi ngelindungin diri dari kejaran itu, Rosé pernah nekat pake metode yang unik banget: menyamar jadi nenek-nenek. Iya, serius. Itu dilakukannya supaya bisa ketemu pacarnya waktu itu.

“Saya punya pengalaman yang cukup gila. Dulu saya pernah sangat paranoid. Saya berpikir, ‘Saya tidak boleh sampai ketahuan.’”

Ceritanya, dia pesan wig hitam keriting pendek lewat e-commerce. Trus, dia pelajari gaya busana nenek-nenek di jalanan. “Saya berpikir, ‘Oke, mereka memakai rok seperti itu, sepatu model itu, dan tas gaya itu,’” lanjutnya sambil ketawa.

“Saya mempelajari dan memesan itu semua, dan saya mengenakan itu semua.”

Penyamaran ini dia jalani setiap kali berkunjung ke rumah sang pacar. Mereka jelas nggak bisa keluyuran bebas. Gila nya, aksi nyamar ini berlangsung sampai enam bulan! Rosé sampe nyiapin area khusus di rumahnya buat nyimpen ‘koleksi’ baju nenek-nenek itu. Pacarnya waktu itu ikut-ikutan, pake gaya kakek-kakekan, meski nggak seekstrem Rosé yang pake wig.

“Dia sempat melakukannya. Tapi tidak segila saya yang harus memakai wig, karena saya butuh wig. Dan saat itu saya juga mengikuti cara berjalannya nenek-nenek,” ungkapnya.

Setelah hubungan itu berakhir, Rosé berhenti nyamar. Di hubungan berikutnya, cara ekstrem itu nggak dia ulang lagi.

Kini, di usianya yang menginjak kepala dua, Rosé mengaku lagi mencari cinta. Tapi ya itu, dengan statusnya sebagai superstar global, perkara cinta jadi nggak gampang. Dia lebih nyaman pacaran dengan orang yang satu industri, karena merasa susah nyambung sama orang dari dunia luar.

“Biasanya mereka punya pengalaman yang sama saat mereka tumbuh besar. Saya merasa tidak punya pengalaman yang sama dan seperti alien di antara mereka,” ceritanya.

“Mereka mengobrol soal hal-hal itu, sementara saya tak bisa memahami itu semua karena masa muda saya sebagai trainee dan pekerjaan sebagai idol.”

Jadi begitulah. Di balik glamor dan sorotan lampu, ternyata buat ketemu orang yang disayang aja, harus pakai kostum nenek-nenek dulu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler