"Saya akan bekerja keras, mati-matian untuk anak, mantu, cucu, dan keluarga saya."
Kalimat itu menggelinding, tegas, penuh komitmen. Tapi, coba kita lihat lagi. Benar-benar lihat.
Kalian masih aja percaya? Masih aja mau ditipu? Habis-habisan berjuang di bawah, keringat bercucuran, tenaga terkuras, tapi yang nikmatin hasilnya siapa? Ya, mereka yang di atas.
Untuk yang di bawah, ya dikasih yang receh-receh saja. Jabatan kecil yang terdengar mentereng tapi tak punya kuasa. Amplop yang tebalnya cuma cukup buat bayar listrik sebulan. Bantuan sembako yang datang pas pilkaya. Atau proyek-proyek kecil yang bikin sibuk, tapi untungnya cuma numpang lewat.
Itu saja.
Soal yang gede-gede, yang nilainya ratusan triliun? Jangan harap. Itu bukan untukmu. Jauh panggang dari api. Porsi kamu cuma jadi penonton, atau paling banter, kuli yang disuruh tepuk tangan.
"Tere Liye
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu