"Saya akan bekerja keras, mati-matian untuk anak, mantu, cucu, dan keluarga saya."
Kalimat itu menggelinding, tegas, penuh komitmen. Tapi, coba kita lihat lagi. Benar-benar lihat.
Kalian masih aja percaya? Masih aja mau ditipu? Habis-habisan berjuang di bawah, keringat bercucuran, tenaga terkuras, tapi yang nikmatin hasilnya siapa? Ya, mereka yang di atas.
Untuk yang di bawah, ya dikasih yang receh-receh saja. Jabatan kecil yang terdengar mentereng tapi tak punya kuasa. Amplop yang tebalnya cuma cukup buat bayar listrik sebulan. Bantuan sembako yang datang pas pilkaya. Atau proyek-proyek kecil yang bikin sibuk, tapi untungnya cuma numpang lewat.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi