Udara di Stasiun Pasar Senen pagi itu sudah terasa panas dan ramai. Sejak subuh, calon penumpang berdatangan. Mereka semua punya tujuan yang sama: mudik, menyambut Lebaran dan Nyepi yang tinggal hitungan hari. Tas ransel, koper besar, hingga karung berisi barang-barang memenuhi sudut-sudut stasiun.
Pantauan di lokasi, Rabu pagi (18/3/2026) sekitar pukul setengah sepuluh, menunjukkan suasana yang benar-benar padat. Orang-orang berlalu-lalang, sibuk mencari posisi. Ruang tunggu? Sudah penuh sesak. Bahkan, banyak yang memilih duduk mengemper di lantai lobi, bersandar pada barang bawaannya, menunggu dengan sabar.
Di sisi lain, puluhan petugas gabungan terlihat siaga di hampir setiap titik. Mulai dari TNI, Polri, sampai petugas KAI. Mereka berjaga di depan stasiun, di area ruang tunggu kiri-kanan, dekat pintu keberangkatan, bahkan tak jauh dari mesin penukaran tiket. Kehadiran mereka jelas untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Suara dari pengeras suara tak henti-hentinya terdengar. Bergantian antara pengumuman penting untuk pemudik, informasi jadwal kereta yang berangkat atau tiba, dan arahan-arahan lainnya. Semua suara itu bercampur, mewarnai keriuhan yang sudah ada.
Menurut sejumlah saksi, antusiasme untuk pulang kampung tahun ini terlihat sangat tinggi. Meski harus menunggu lama di tengah kerumunan, semangat untuk bertemu keluarga di kampung halaman tak bisa dibendung.
Artikel Terkait
Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara, Bahas Danantara dan Sektor Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Baru
Undav Samai Messi dan David di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Bawa Jerman Balikkan Keadaan Lawan Pantai Gading
Munas-Konbes NU 2026 Bahas Prinsip Harga Mati Organisasi dan Strategi Hadapi Era Digital
Pria di Gowa Terima Kaki Palsu dari Kemensos setelah 11 Tahun Hidup dengan Keterbatasan Akibat Serangan Buaya di Malaysia