Gempa M 5,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Sukabumi

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:35 WIB
Gempa M 5,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Sukabumi

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan getaran gempa ini dirasakan hingga Sukabumi dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan episenter di laut, sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran. Kedalaman gempa tercatat 14 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique-thrust fault)," ujarnya dalam keterangan resmi.

Getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kabupaten Bandung, meliputi Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk. Sementara itu, skala II-III MMI terasa di Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey. Di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu, getaran dirasakan dengan skala II MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa susulan dengan magnitudo 2,2. BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan akan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.