Tak ada dentuman warna-warni di langit malam tahun baru kali ini. Pemerintah Jawa Timur memutuskan untuk menghentikan tradisi pesta kembang api pada perayaan 2026 nanti. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas atas musibah yang sedang menimpa masyarakat di Sumatera dan Aceh.
Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Jawa Timur, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, fokus perayaan tahun baru kali ini akan dialihkan ke kegiatan yang lebih bernuansa doa dan keprihatinan.
"Kalau kami hanya ada untuk urusan kita bersalawat tanggal 30 malam di Islamic Center (Surabaya) karena kita sedang musibah," ujar Adhy, Selasa lalu.
Ia menegaskan, suasana perayaan haruslah lebih khidmat dan penuh empati.
Tak hanya di level provinsi, imbauan serupa juga disampaikan kepada seluruh pemimpin daerah di Jatim. Adhy berharap bupati dan wali kota bisa menyesuaikan acara di wilayahnya masing-masing.
"Tentu ini juga mengimbau kepada bupati, wali kota di dalam perayaan tahun baru ini tidak terlalu menunjukkan pesta rakyat tapi mungkin untuk bisa berempati dengan musibah yang ada di Sumatera dan Aceh," jelasnya.
Jadi, alih-alih hingar-bingar dan kemeriahan, yang akan terdengar adalah lantunan doa. Langkah ini diharapkan bisa mengingatkan semua orang bahwa di saat yang sama, banyak saudara di bagian lain negeri ini yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan.
Artikel Terkait
BATC 2026: Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Putra dan Korea di Putri
Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora