Duel Gengsi di Bangkok: Indonesia Hadang Thailand di Final Voli SEA Games

- Jumat, 19 Desember 2025 | 06:45 WIB
Duel Gengsi di Bangkok: Indonesia Hadang Thailand di Final Voli SEA Games

BANGKOK Jumat besok (19/12), semua mata akan tertuju ke Indoor Stadium Huamark. Di sana, Timnas Voli Indonesia akan berjibaku melawan Thailand di partai puncak SEA Games 2025. Bukan sekadar final, ini soal gengsi dan medali emas yang sudah dinanti-nanti.

Bagi yang ingin menyaksikan duel panas ini, jangan khawatir. Pertandingan bakal disiarkan langsung lewat Vision (Visionplus) mulai pukul 17.30 WIB. Kalau lebih suka streaming, RCTI juga menyediakan layanan tayangan langsung di jam yang sama.

Perjalanan menuju final ini sendiri penuh cerita. Indonesia nyaris tumbang di semifinal melawan Vietnam. Sempat tertinggal dua set, tim merah putih bangkit dengan mental baja. Mereka memutar balik keadaan dan menang dengan skor ketat: 21-25, 20-25, 25-22, 25-19, dan 15-10. Sungguh sebuah comeback yang dramatis.

Lain cerita dengan Thailand. Sang tuan rumah melibas Filipina dengan cukup mulus, 3-0. Skor 25-20, 25-19, dan 25-21 menunjukkan dominasi mereka. Mereka punya momentum bagus, ditambah dukungan fanatik publik sendiri yang pasti memenuhi tribun.

Ini akan jadi final kelima beruntun buat Indonesia sejak 2017. Catatannya cukup gemilang: tiga medali emas dari empat penampilan terakhir. Tapi, satu-satunya kekalahan itu justru dari Thailand, di edisi 2017 silam. Jadi, ada nuansa balas dendam di sini.

Namun begitu, tantangannya sungguh berat. Thailand jelas punya motivasi besar. Mereka sudah tiga edisi gagal meraih emas, dan kini bermain di depan pendukung sendiri. Tekanan ada di pundak mereka, tapi juga di pundak kita.

Jadi, siap-siap saja Jumat nanti. Final voli putra SEA Games 2025 ini bukan cuma pertandingan, tapi pertaruhan harga diri. Semoga anak-anak tim bisa mengulangi kesuksesan tiga edisi sebelumnya.

Jadwal Singkat:
Jumat, 19 Desember 2025
Indonesia vs Thailand
Indoor Stadium Huamark, Bangkok
Tayang di Vision & RCTI , 17.30 WIB.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar