Menurutnya, buku ini dibuat agar umat Buddha bisa secara langsung menghubungkan etika dalam ajaran mereka seperti Sila dan Pancasila dengan konteks pemberantasan korupsi. Dengan begitu, nilai-nilai itu tak lagi abstrak, melainkan bisa dipraktikkan dalam dinamika hidup sehari-hari.
Supriyadi berharap, Jalan Dhamma bisa menjadi panduan yang solid bagi umat untuk menolak segala bentuk korupsi. Ke depannya, ia membayangkan umat Buddha bisa tampil sebagai teladan integritas.
Caranya? Dengan mempraktikkan hidup sederhana, kejujuran, dan tentu saja, cinta kasih atau metta dalam setiap interaksi baik di keluarga, tempat kerja, maupun dalam lingkup masyarakat yang lebih luas.
Peluncuran keenam buku ini, pada akhirnya, adalah sebuah simbol. Ia menunjukkan bahwa perang melawan korupsi membutuhkan lebih dari sekadar penindakan. Perlu ada upaya membangun kesadaran dari dalam, yang bersumber dari nilai-nilai terdalam yang dipegang setiap orang.
Artikel Terkait
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Raphinha Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Sevilla 5-2
Manchester United Kalahkan Aston Villa 3-1, Raih Tiga Poin Krusial di Old Trafford