Olimpiade Sains Airlangga 2025: 6.206 Siswa Berebut Golden Ticket

- Minggu, 14 Desember 2025 | 09:42 WIB
Olimpiade Sains Airlangga 2025: 6.206 Siswa Berebut Golden Ticket

Antusiasme pelajar SMA dan sederajat untuk Olimpiade Sains Airlangga (OSA) tahun ini benar-benar luar biasa. Bayangkan saja, sebanyak 6.206 siswa mendaftar! Mereka datang dari 134 kota yang tersebar di 23 provinsi, bahkan ada peserta yang datang jauh-jauh dari Kuala Lumpur. Ajang tahunan Unair ini digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu tanggal 13-14 Desember.

Selama dua hari itu, kegiatan tersebar di tiga kampus Unair: Dharmawangsa, Dharmahusada, dan MERR. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga sesi setiap harinya, sehingga berjalan cukup lancar.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair, Prof. Mochammad Amin Alamsjah, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Menurutnya, lonjakan peserta ini adalah bukti kepercayaan publik dan menegaskan peran OSA sebagai batu loncatan untuk masuk perguruan tinggi.

“Ini kebanggaan bagi kami bisa kembali menyelenggarakan OSA. Kegiatan ini bisa menjadi pendukung prestasi adik-adik untuk mendaftar ke perguruan tinggi, tidak hanya di Unair tetapi juga di perguruan tinggi lainnya,” ujarnya, Minggu (14/12).

Prof. Amin, yang juga guru besar Fakultas Perikanan dan Kelautan, menambahkan bahwa OSA selaras dengan skema "golden ticket" Unair. Peserta berprestasi tinggi punya peluang besar dipertimbangkan untuk jalur itu, tentu dengan melihat rekam jejak akademik mereka secara keseluruhan.

Ia menegaskan, OSA membantu memetakan kemampuan siswa, baik di bidang saintek maupun soshum. “Melalui OSA, siswa bisa mengukur kemampuannya sejak awal. Passion harus diiringi dengan kemampuan, kemauan, dan kesempatan,” tuturnya.

Di sisi lain, respons positif ini juga diamini oleh Ketua PPMB Unair, Dr. Achmad Solihin. Ia menyebut jumlah peserta tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Peserta OSA tahun ini luar biasa. Animonya meningkat signifikan karena OSA menjadi ajang berkompetisi sekaligus kesempatan meraih golden ticket Unair. Tahun lalu, banyak peserta OSA yang meraih kategori gold dan lolos golden ticket. Mudah-mudahan tahun ini juga demikian,” ungkapnya.

Secara teknis, format OSA 2025 tak banyak berubah. Materi ujian tetap terbagi dua: Sains Teknologi dan Sosial Humaniora. Penilaian per mata pelajaran menghasilkan kategori gold, silver, bronze, dan honorable mention yang tercantum di sertifikat. Sertifikat ini nantinya bisa dipakai untuk mendukung pendaftaran lewat SNBP atau jalur mandiri Unair.

Tapi ada juga kejutan baru. Tiga peserta dengan skor tertinggi di tiap kategori akan dapat hadiah uang tunai. Semua peserta juga dapat merchandise stiker logo OSA sebagai kenang-kenangan.

Ke depan, Dr. Solihin punya rencana. Ia sedang mengkaji kemungkinan mengadakan OSA secara daring. Tujuannya jelas: menjangkau lebih banyak pelajar di pelosok Indonesia.

“Kami akan mengkaji penyiapan infrastruktur OSA secara online agar jangkauannya semakin luas,” pungkas Solihin.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar