Shin Tae-yong Tersentuh Dukungan Fans, Namun PSSI Masih Bungkam

- Selasa, 16 Desember 2025 | 06:45 WIB
Shin Tae-yong Tersentuh Dukungan Fans, Namun PSSI Masih Bungkam

JAKARTA – Suasana hangat di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/12/2025) lalu, memunculkan nostalgia. Shin Tae-yong, sang mantan arsitek Timnas Indonesia, terlihat tersenyum lepas. Rupanya, gelombang dukungan dari fans agar dia kembali melatih Skuad Garuda telah sampai ke telinganya. "Perasaannya sangat menyenangkan, fans tidak melupakan saya dan saya sangat berterima kasih," ucapnya, tersentuh.

Dukungan itu memang sedang menguat. Pemicunya jelas: kursi pelatih Timnas masih kosong setelah Patrick Kluivert dipecat PSSI pada 16 Oktober lalu. Dan di tengah vakum kepelatihan itu, nama Shin Tae-yong justru yang paling sering disebut. Banyak suporter rindu dengan sentuhannya, mendesak federasi untuk memulangkan pelatih asal Korea Selatan itu.

Namun begitu, antusiasme dari luar lapangan belum tentu sejalan dengan realita di meja perundingan. Shin Tae-yong sendiri dengan gamblang mengaku, belum ada kontak sama sekali dari pihak PSSI. "Saya sama sekali tidak ada komunikasi dengan PSSI," tegasnya. Pernyataan singkat itu seperti guyuran air dingin bagi yang berharap reunifikasi.

Jadi, meski dukungan fans membahana, peluangnya kembali justru tampak suram. PSSI dikabarkan sudah punya daftar nama calon lain. Masa depan kursi pelatih Timnas masih benar-benar menjadi tanda tanya besar.

Alasan fans merindukan Shin Tae-yong tentu bukan tanpa dasar. Rekam jejaknya selama lima tahun membesut Garuda terbilang solid. Bayangkan, saat pertama kali dia datang, Indonesia terpuruk di peringkat 173 dunia. Perlahan tapi pasti, dia membangun tim dari nol.

Hasilnya? Sebelum kontraknya berakhir awal tahun 2025, Indonesia sudah melesat ke posisi 127 FIFA. Itu sebuah lonjakan yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola kita. Dia berhasil menancapkan fondasi permainan, membawa semangat baru, dan mencetak beberapa prestasi di ajang internasional.

Di sisi lain, capaian itulah yang kini jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, itu alasan kuat untuk membawanya kembali. Tapi di sisi lain, itu juga membuat ekspektasi publik melambung tinggi. Tekanannya pasti akan lebih besar.

Kini, bola sepenuhnya ada di pihak PSSI. Apakah mereka akan mendengarkan teriakan suporter, atau punya pertimbangan lain? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, Shin Tae-yong sudah menyampaikan rasa terima kasihnya. Langkah selanjutnya, tinggal menunggu panggilan yang entah kapan atau bahkan apakah akan datang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar