Indonesia Soroti Ketegangan di Yaman Selatan, Dukung Inisiatif Saudi

- Rabu, 07 Januari 2026 | 21:30 WIB
Indonesia Soroti Ketegangan di Yaman Selatan, Dukung Inisiatif Saudi

Suasana di Yaman selatan kembali memanas. Kali ini, ketegangan memuncak antara kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Menanggapi eskalasi ini, Indonesia pun angkat bicara.

Lewat sebuah pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sedang memantau situasi dengan cermat. Pemerintah kita mendorong semua pihak yang bertikai untuk menahan diri.

"Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri,"

begini bunyi pernyataan resmi Kemlu yang dikutip Rabu (7/1/2025).

Tak cuma sekadar imbauan, Jakarta menekankan pentingnya jalan dialog. Menurut Kemlu, satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan adalah dengan mengedepankan percakapan politik yang benar-benar inklusif dan menyeluruh. Tanpa itu, sulit membayangkan jalan keluar dari kebuntuan ini.

Di sisi lain, Indonesia juga menyambut baik inisiatif Saudi. Riyadh disebutkan sedang berupaya memfasilitasi sebuah konferensi komprehensif yang akan mempertemukan seluruh faksi dari Yaman selatan.

"Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh,"

tambah pernyataan itu.

Latar belakang dari semua ini memang rumit. Bulan lalu, kelompok separatis berhasil merebut banyak wilayah. Mereka mengambil alih sebagian besar Provinsi Hadramawt yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi, lalu mengusir pasukan pemerintah Yaman yang selama ini didukung oleh Riyadh. Aksi itu jelas memicu ketegangan baru dalam konflik yang sudah berlarut-larut ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar